Setiap Kelas Mendapatkan Satu Soal Cadangan UN

oleh -2 views
Ilustrasi (beritajakarta.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (beritajakarta.com)
Ilustrasi (beritajakarta.com)

UNTUK mengantisipasi naskah soal Ujian Nasional (UN) 2013 atau Lembar Jawaban UN yang rusak atau cacat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan satu soal cadangan untuk masing-masing kelas di tiap sekolah.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa cadangan soal ini harus ada di tiap sekolah. Namun untuk jumlah memang sengaja tidak dicetak banyak dengan jumlah tertentu karena sifatnya menyesuaikan.

“Untuk jumlah, beragam di tiap daerah karena kami sesuaikan dengan jumlah kelas dan jumlah sekolah yang ada di situ. Yang pasti untuk masing-masing kelas kami sediakan satu soal. Jadi jika satu sekolah punya 10 kelas, maka jumlah soal cadangannya ada 10,” kata Khairil di Kemdikbud, Jakarta, Minggu (14/4/2013).

Jika naskah soal UN atau LJUN yang mengalami salah cetak ternyata cukup banyak, maka pengawas diperbolehkan untuk menggandakan naskah soal dan LJUN untuk kemudian digunakan siswa. Untuk masalah barcode yang ada di paket soal dan LJUN, ia menjelaskan bahwa nanti akan ada laporan tersendiri.

“Jadi kalau sangat terpaksa bisa difotokopi. Nanti ada pengecualian dan laporan karena kan berhubungan dengan barcode,” kata Khairil.

Kendati demikian, ia berharap naskah soal UN dan LJUN yang mengalami salah cetak atau rusak tidak banyak sehingga cadangan yang disediakan tidak perlu terpakai. Ia juga yakin bahwa percetakan telah berbuat sebaik mungkin agar UN ini berjalan lancar dengan naskah soal dan LJUN yang layak pakai. “Semoga tetap lancar dan cadangan soal tidak perlu digunakan karena itu hanya untuk berjaga saja,” katanya.(edukasi.kompas.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.