Serba Serbi Tahun Ajaran Baru Tahun 2020/2021

oleh -30 views
Ilustrasi

Siapbelajar.com, Tasikmalaya – Kini, hari itu sudah tiba. Senin 13 Juli 2020. Hari pertama dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Aturan dari Kemendikbud ini bersifat Nasional.

Artinya berlaku bagi seluruh kabupaten atau kota yang ada di Indonesia. Selanjutnya, menurut informasi yang didapat, semua daerah sudah mengikuti aturan tersebut baik yang berada di zona hijau, kuning, oranye, maupun merah.

Mengenai tahun ajaran baru tersebut, tidak semua sekolah diperkenankan untuk melangsungkan pembelajaran secara tatap muka.

Di Tasikmalaya misalnya, antara kabupaten dan kotanya terdapat perbedaan. Di Kabupaten Tasikmalaya, sebagian sekolah dari jenjang SMP keatas sudah memulai pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan SOP protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Teknik pembelajarannyapun bermacam-macam, ada yang mengurangi jam efektif belajar, yang biasanya sampai jam 12.00 sekarang hanya sampai jam 10 pagi, yang  tadinya satu minggu full sekarang menjadi empat hari.

Selain itu, ada juga yang membagi murid setiap kelasnya untuk diklasifikasikan menjadi kelas pagi dan kelas siang.

Sebagai contoh di SMA Muhammadiyah Rawa Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah ini sudah mulai melangsungkan pembelajaran secara tatap muka mulai hari ini.

Menurut informasi yang didapat dari salah seorang rekan guru, di era new normal ini sekolah kami siap melangsungkan kembali pembelajaran secara tatap muka dan tentunya dengan menerapkan SOP Protokol kesehatan, diantaranya :

  1. Menyiapkan petugas pengecekan suhu di gerbang sekolah dengan menggunakan Thermometer Infrared Digital.
  2. Menyiapkan sarana untuk mencuci tangan, juga penggunaan handsanitizer.
  3. Seluruh warga sekolah diwajibkan untuk mengenakan masker.
  4. Sebagai bentuk antisipasi juga, apabila dalam prosesnya nanti ditemukan salah seorang warga sekolah (entah itu guru, murid, atau siapapun) yang mengalami suhu tubuh diatas normal atau sedang berada dalam kondisi tidak sehat (sakit apapun itu), maka tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan di sekolah dalam bentuk apapun melainkan dipulangkan atau dirumahkan sampai kesehatannya bentul-betul pulih kembali.

Itulah yang penulis ketahui berdasarkan hasil survei di beberapa tempat dan sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan sekolah lain terkait penerapan SOP Protokol kesehatan di lingkungan sekolah, karena yang berbeda hanya dalam teknik pembelajaran saja, seperti merelokasi kelas secara bergiliran, dan lain sebagainya.

Meskipun kurva kasus Covid-19 di kabupaten Tasikmalaya belum melandai, dan sampai hari ini kabupaten Tasikmalaya masih berstatus zona hijau, namun warga dihimbau agar tetap waspada dan tetap menerapkan SOP Protokol kesehatan dimanapun berada, karena tidak menutup kemungkinan virus corona ini bisa menyerang siapapun tanpa mengenal usia.

Kemudian secara nasionalpun sampai hari ini kasus Covid-19 terus meningkat di Tanah Air.

Berbeda dengan kabupaten, di Kota Tasikmalaya Disdik Kota Tasik belum memberikan lampu hijau kepada pihak sekolah untuk melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu intruksi dari Kementerian Pendidikan, bagaimana pola dan mekanisme penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru di tengah pandemi Covid-19 ini.

Sehingga sampai sekarang, lembaga pendidikan di kota Tasikmalaya sebagian besar masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ bagi murid-muridnya.

Tahun ajaran baru merupakan momen yang paling dinantikan oleh setiap siswa. Terlebih bagi mereka yang baru memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Namun sangat disayangkan, kondisi sekarang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Momen yang seharusnya mengharukan itu saat ini justru berubah menjadi momok yang menakutkan.

Mengapa ? Karena bagi mereka yang bisa bersekolah dengan tatap muka sekalipun berada di zona hijau, ketika bertemu teman baru harus tetap mengedepankan kehati-hatian, terlebih saat bertemu teman baru yang berasal dari luar daerah atau kota.

Karena tidak bisa dinafikan lagi, saat ini virus sedang merajalela dan bisa menyerang siapapun dan dimanapun.

Kemudian bagi mereka yang masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), mereka bisa bertemu teman baru hanya melalui dunia maya, sedih memang, namun setidaknya penjagaan diri akan lebih terfokus dan peluang untuk terdampak hal-hal yang tidak diinginkan sangat kecil, karena masing-masing berada pada tempat yang berjarak.

Baik, itulah lika liku tahun ajaran baru di Era NewNormal. Sekolah harus bergelut dengan thermometer infrared digital, handsanitizer, dan Masker. Hal ini tiada lain adalah untuk menjaga kemaslahatan bersama.

Bagi seluruh warga dimanapun anda berada, khususnya warga Kabupaten Tasikmalaya, penulis turut menghimbau kepada semua, meskipun Kabupaten Tasikmalaya termasuk wilayah zona hijau, namun kita semua harus tetap waspada dan berikhtiar semaksimal mungkin dengan tetap menjaga kesehatan, kebersihan, dan tetap menjalankan SOP protokol kesehatan dimanapun berada.

Dan tak hanya Corona, kasus DBD pun saat ini tengah mewabah di berbagai daerah. Seraya dengan itu, semoga Allah Swt pun senantiasa melindungi kita semua dari segala marabahaya. Aamiin.

Penulis: Anggota TABANA Kabupaten Tasikmalaya