SEP dan FPP Bersinergi Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren

oleh -136 views

TASIKMALAYA – Diskusi dua tokoh pergerakan kepesantrenan  KH. Anwar Nashori S.Ag, M.SI, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya dan H. Ahmad Tazakka Bonanza, S.Pd.I, MM Ketua Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) Jawa Barat di Pondok Pesantren Mahad Riyadul Falah (Ma’rifa) Pasanggrahan, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Terhadap kiprah pesantren sebagai simbol perjuangan umat. Minggu (29/03/2020)

Dahulu pesantren menjadi garda terdepan dalam merebut kemerdekaan. Sekarang, kata Anwar Nashori yang akrab disapa Kang Anwar ini, pesantren harus menjadi pelopor kemandirian ekonomi selain pusat pendidikan.

Saat ini hampir sebagian besar pesantren di Kabupaten Tasikmalaya masih kesulitan untuk mandiri dalam ekonomi, harapannya SEP dapat menumbuhkan semangat baru untuk membangun kemandirian ekonomi di pesantren.

Disampaikan Ahmad Tazakka Bonanza atau yang kerap disapa Ustad Aka ini,  SEP berdiri dengan semangat membangun perekonomian , persatuan dan cita-cita yang sama untuk mensejahtrakan umat

“Intinya kita bersinergi dan saling melengkapi satu sama lainnya “ Kata Ketua Umum Komunitas Raksa Lembur dan Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKPDAS) Kabupaten Tasikmalaya ini.

Terkait dengan Forum Pondok Pesantren. Diungkapkan Ahmad Tazakka Bonanza, pihaknya akan menggali setiap potensi ekonomi yang bisa dijalankan di pesantren-pesantren di bawah binaan FPP

“Tadi kita sudah sepakat dengan kang Anwar, kebersamaan kita akan dimulai dengan membentuk beberapa unit usaha di Pondok Pesantren Riyadul Falah (Ma’rifa) sebagai percontohan, dan selanjutnya bisa diterapkan keseluruh anggota FPP” jelasnya.

Sebelum pamit ia tak lupa memberikan hand sanitizer sebagai upaya pihaknya dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.