SDN Regol 10 Catat Sejarah

oleh -60 views
SDN Regol 10 Catat Sejarah.(kabar-priangan.com)
Arrief Ramdhani
SDN Regol 10 Catat Sejarah.(kabar-priangan.com)
SDN Regol 10 Catat Sejarah.(kabar-priangan.com)

ENAM siswa SD Regol 10 Ga­rut berhasil mencatat sejarah bagi sekolahnya dan juga bagi daerahnya. Karya mereka, “Sa­ron Simulator” terpilih untuk mewakili Indonesia ke tingkat Asia Pasifik dalam lomba bi­dang informasi teknologi karya “Saron Simulator” di ajang APICTA Award 2014 di Jakarta.

Saron Simulator adalah pe­rangkat gamelan yang menggunakan teknologi komputer. Cara membunyikannya dengan me­ne­kan tuts komputer, na­mun tetap menggunakan replika berbentuk gamelan.

Salah seorang guru kelas V SDN 10 Regol, Hj. Ema Nur­jamilah mengatakan, temuan ini diawali oleh keluhan para muridnya karena sekolahnya tidak memiliki perangkat gamelan. Mereka harus meminjam gamelan ke sekolah lain jika di sekolahnya akan ada pentas seni.
“Setiap acara perpisahan ke­las VI, murid kelas V sudah bia­sa memainkan gamelan. Karena kami tak punya, kami pinjam dari luar. Nah para murid pun suka mengeluh karena harus menggotong perangkat gamelan yang berat,” kata Ema.

Menurut Ema, berbekal pe­ngetahuan dasar yang diajarkan dalam pelajaran ilmu komputer, lalu mereka mencetuskan ide untuk memainkan pe­rang­kat gamelan melalui komputer atau ponsel pintar. Dengan ber­bagai aplikasi yang didapat gratis, gamelan dapat dimain­kan me­lalui touch screen atau keyboard.
Namun, kata Ema, para guru menilai hal tersebut dapat meng­hilangkan kemampuan motorik murid dalam memain­kan perangkat gamelan asli. Pa­salnya, murid yang terbiasa me­mainkan gamelan melalui pe­rangkat lunak dinilai akan kebingungan saat diminta me­ma­ink­an perangkat gamelan asli.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Ema Nurjamilah dan guru Kelas VI, Budi Arifin, ser­ta enam murid kelas V yang kini telah naik ke kelas VI, membuat simulator gamelan. Perangkat gamelan dibuat replikanya sedangkan suara yang dihasilkan keluar dari speaker komputer atau laptop.
Menurut Ema, karya ini dilombakan dalam Indonesia Information and Communica­tion Technology Award 2014. Mereka akhirnya berlomba ber­sa­ma 95 SD dan SMP lainnya se-Indonesia sampai babak final.

Karya enam muridnya itu, yakni Adila Rachmawati Pra­da­na, Fazil Fauzi Hidayat, Mu­ham­mad Raka Saefulloh, Rafli Muhammad Ridhwan, Rani Sandra, dan Syifa Nuraeny Wi­diarti, berhasil mengungguli sekolah lainnya.

Kepala UPTD Kec. Garut Kota, H. Totong menambahkan, atas keberhasilan itu, maka SD Regol 10 akan mewakili Indo­nesia dalam ajang APICTA Award 2014 di Jakarta. Kini, kata Totong, para siswa tengah merancang simulator waditra lainnya, yakni peking, bonang, jenglong, kempul, dan goong.
“Jika semua perangkat gamelan degung ini rampung, mereka dapat memainkannya layak­nya gamelan degung biasa,” katanya.

APICTA Awards 2014 akan diikuti oleh 13 negara anggota APICTA yaitu Australia, Brunei, Chinese Taipei, Hong Kong, Indonesia, Macao, Malaysia, Pakistan, Singapore, Sri Lanka, Thailand, Vietnam dan China. Tim SDN Regol 10 Garut akan menjadi salah satu dari 3 wakil Indonesia untuk kategori School Project yang mencakup SD sampai SMA, 2 tim wakil lainnya berasal dari SMA.(kabar-priangan.com)

13 thoughts on “SDN Regol 10 Catat Sejarah

  1. Ping-balik: cpns sipir
  2. Ping-balik: sex worker outfits
  3. Ping-balik: Deck Painting
  4. Ping-balik: exchange bulut mail
  5. Ping-balik: Hp Sunucu destek
  6. Ping-balik: Real Spells
  7. Ping-balik: pushing taboo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.