SDN Ciangsana Ciptakan Intelektual Berbasis Iptek

Tuesday 13 May 2014 , 2:39 AM
SDN Ciangsana Ciptakan Intelektual Berbasis Iptek

SDN Ciangsana Ciptakan Intelektual Berbasis Iptek

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Ciangsana Jalan Ranca Bali Desa Kerta Angsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, selalu berupaya mewujudkan siswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Hal tersebut tidak terlepas dari Visi serta Misi yang juga menjadi tolak ukur dari sebuah keberhasilan yang diraihnya.

VISI dan MISI

VISI  :

“Terbentuknya siswa yang beriman dan bertaqw serta mendidik siswa yang aktif, kreatif dan berakhlak mulia.”

 MISI :

Mengacu pada Visi sekolah diatas, maka misi yang akan dilaksanakan adalah   sebagai berikut  :

Meningkatkan pelayanan pendidikan.

Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Menjadikan siswa yang mandiri dan berguna serta berakhlak mulia

Memiliki kecerdasan intelektual yangberbasis Iptek

Menanamkan kedisiplinan yang tinggi

Mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga hasil belajar meningkat diantaranya, melalui kegiatan les dan ekstra kurikuler

Meningkatkan nilai-nilai kepramukaan tingkat dasar.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciangsana dibangun di atas tanah seluas 3.336 m2, berdiri di tahun 1975. Kini memiliki 263 siswa, juga sembilan lokal kelas dan 10 rombongan belajar (Rombel). Lima lokal kelas rusak tiga diantaranya tengah diperbaiki. Sementara jumlah guru yang ada yakni 7 Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) 6 Guru Honor dan dua penjaga.  Seluruh tenaga pendidik yang ada dinilai cukup handal karena telah memiliki latar belakang pendidikan S1 juga dibekali ilmu yang memadai sebagaimana diamanatkan dalam Undang- Undang Nomor 14 tahun 2005. Bahkan, sesuai dengan tuntutan di era globalisasi. Saat ini, guru di SDN Ciangsana diharuskan untuk memiliki pola pikir (mindset) dan pola tindak (actionset) terutama dalam mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum  (KTSP) yang berlaku sekarang.

Disamping itu, perubahan pola pikir dan pola tindak dalam mengelola kelas dan melaksanakan proses pembelajaran, setiap guru di sekolah tersebut dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan khususnya layanan proses pembelajaran sesuai dengan standar proses dan sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007. Bahkan baru-baru ini guru di seluruh Indonesia menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi guru. PLPG merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh guru untuk meningkatkan kompetensi baik itu kompetensi professional, kompetensi pedagogic, kompetensi sosial maupun kompetensi kepribadian. Salah satu contoh adalah dari sisi prestasinya, SDN Ciangsana telah mengantongi beberapa penghargaan dari berbagai perlombaan tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten. Misalnya saja, sebagai Juara III siswa berprestasi tingkat kabupaten 2011 dan Juara III bulu tangkis tingkat kabupaten 2012 serta masih banyak lagi penghargaan yang telah diperolehnya.  Maka tidak diragukan lagi sekolah ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari seorang pemimpin atau kepala sekolah yang selalu komitmen dan optimis membangun tim kerja yang epektif serta mengembangkan budaya mutu. Kepala SDN Ciangsana mempunyai rencana dan bercita-cita menjadikan SD ini sebagai SD yang paling unggul dalam berbagai bidang di Kecamatan Nyalindung khususnya, bahkan sampai tingkat Kab/Provinsi. ” Dengan potensi yang ada jadi pihak sekolah optimis untuk dapat bersaing dengan sekolah lain. Apalagi didukung para guru yang sangat berpotensi dan disiplin tinggi,” ujar Kepala SDN Ciangsana Johanis Pulle S.IP kepada www.sukabumizone.com.

Menurutnya, keberhasilan tersebut akan dapat diraih apabila dapat bekerja sesuai dengan tufoksi dilandasi kesabaran dan berusaha. ”Tugas pun akan terselesaikan dengan baik sesuai visi dan misi. Apalagi didukung peranserta masyarakat yang baik, ”tuturnya.

Menurutnya peranserta masyarakat terhadap dunia pendidikan di daerah tersebut tampak cukup baik. ”Namun, kami masih berupaya menjalin silaturahmi dengan masyarakat untuk mengikat hubungan lebih baik lagi ke depan. Sehingga partisipasi masyarakat tetap harmonis,”imbuhnya.

PRASARANA

 

Permen No 24 Tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana. SDN Ciangsana sekarang tidak memiliki prasarana sebagai –berikut :

Ruang kelas (28 Peserta didik/Ruang kelas)

Laboratorium IPA

Ruang pimpinan

Tempat beribadah

Ruang UKS

Jamban

Gudang

Ruang sirkulasi

Tempat bermain/orahraga

Apabila dicermati dari sisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan program yang digulirkan, sekolah itu memiliki kualitas yang memadai. Namun, pada kenyataanya SD ini belum memiliki indikator minimal prasaranan sebagaimana dimaksud. Untuk itu diharapkan pemerintah agar memperhatikan hal-hal tersebut, demi terciptanya suatu kegiatan pembelajaran yang nyaman dan aman, sehingga apa yang diharapkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dapat terwujud dengan sebaik-baiknya. Sedangkan, keunggulan SDN Ciangsana itu bisa dilihat dari keberhasilannya dalam mengikuti kegiatan lomba/kreativitas siswa.

 

Ia berharap, pemerintah dapat mengabulkan permohonannya agar meningkatkan  mutu dan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun.” Kami membutuhkan satu lokal kelas baru untuk kegiatan belajar mengajar, dengan kekurangan kelasa tersebut terpaksa siswa kami sif. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi kami dalam melengkapi sarana dan prasana. Selain itu, sekolah ini juga membutuhkan  rehab untuk dua lokal kelas lagi,”  harapnya.

Menaggapai hal tersebut, Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Nyalindung Maman Suherman S.Pd. MM membenarkan, banyaknya kekurangan yang perlu dilengkapi demi menunjang pendidikan terutama optimalisasi sarana dan prasarana sekolah.”  Kami  tidak tinggal diam dengan keadaan seperti ini. Kami akan berusaha mengajukan kembali pada pemerintah yang di atas,” sahutnya.

Selain itu, ia pun memiliki program peduli terhadap guru yang masih bersetatus Honorer. Sebab, guru honor kali ini masih berada pada posisi yang cukup memprihatnkan. “Dimana mereka belum mendapatkan tunjangan yang layak padahal kinerjanya sangat membantu. Sebab itu, kami akan berusaha agar seratus persen guru honor mendapatkan tunjangan dari pemerintah,”tandasnya

Sementara itu, Bupati Sukabumi Sukmawijaya menanggapi, bantuan untuk sekolah yang kekurangan sarpras karena rusak atau kurang di Kabupaten Sukabumi telah menjadi agenda pemerintah. “Namun, yang jadi persoalan adalah anggaran pemerintah yang tidak sebanding dengan jumlah sekolah rusak saat ini. ” tandasnya.

Meski demikian pihaknya akan berupaya mengalokasikan bantuan semaksimal mungkin. “Sementara ini kami harap pihak sekolah dapat bersabar. Ya, pelihara dulu apa yang ada saat ini,” tandasnya. (sukabumizone.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.