SD Terpadu Kahuripan Jadi Sekolah Istimewa

oleh -13 views
Subaedi Kusmana, Kepala SD-SMP Kahuripan
Arrief Ramdhani
Subaedi Kusmana, Kepala SD-SMP Kahuripan
Subaedi Kusmana, Kepala SD-SMP Kahuripan

SEKOLAH  terpadu 9 tahun (SD-SMP) Kahuripan, Pajajaran,  terus berbenah, dalam upaya  menjadikan sekolah  istimewa, dengan ciri dan khas-nya dalam pelaksanaan pembelajaran.

” Tekad kami menjadi sekolah istimewa, sehingga terus dilakukan pembenahan diberbagai hal,” ujar Subaedi Kusmana, Kepala SD-SMP  Kahuripan, pekan ini.

Sekolah terpadu SD-SMP Kahuripan-Pajajaran,  berjalan sejak tahun 2010, dan sekaligus sebagai cikal-bakal  pelaksanaan pendidikan dasar sembilan tahun di Purwakarta.

Subaedi menyebutkan pihaknya berusaha keras untuk menjadikan sekolah istimewa karena terdapat perbedaan dari sekolah-sekolah lain pada umumnya, dalam pelaksanaan pembelajaran.

Sekolah terpadu ini merupakan “penggembleng”: pelestarian budaya sunda, dan ditetapkan sebagai  Sekolah Berbasis Keunggulan Lokal (SBKL).

” Bahasa pengantar setiap mata pelajaran, menggunakan bahasa Sunda. Demikian pula bahasa keseharian murid-murid dan guru, selama berada di sekolah. Kalau sedang  bermain  ada murid ngomong bahasa Indonesia, ya..kami ingatkan,” ujarnya.

Hal lain yang menjadi titik-berat dalam proses pembelajaran sekolah terpadu Kahuripan , yakni  budi pekerti dan kreatifitas peserta didik. Bahkan nilai budi pekerti menjadi penentu  kelulusan murid-murid, seperti  di tahun  2014.

Sekolah terpadu Kahuripan juga ditetapkan sebagai SBKL, dalam upaya mendekatkan peserta didik pada lingkungan, dan upaya menumbuh-kembangkan kreatifitas serta kemandirian mereka.

Secara terjadwal, .murid-murid SD  9 tahun Kahuripan itu  belajar mengolah sawah, mulai dari mencangkul, menanam padi, pemeliharaan, sampai belajar cara-cara memanen padi. Mereka beramai-ramai turun ke sawah yang berada di sekitar sekolah.Kecamatan Purwakarta.

Selain itu peserta didik sekolah terpadu Kahuripan secara intensif mendapatkan pendidikan peternakan, pendidikan seni tari dan kerajinan.

” Hal- hal itu yang  menjadikan sekolah terpadu Kahuripan menjadi sekolah istimewa. Tapi masih banyak hal yang harus dibenahi. Kita berusaha bagaimana agar murid betah di sekolah,” tutur Subaedi.

Ia mengakui selama ini terdapat kendala, antar lain masih rendahnya tingkat kesadaran sebagian besar  warga di sekitar sekolah. Misalnya, mengabaikan  kebersihan untuk menciptakan kenyamanan sekolah.

Kendalan lain yakni keterbatasan dana untuk penyerlenggaraan sekolah istimewa itu.

” Banyak program, termasuk keinginan  setiap murid menggunakan komputer dalam pelaksanaan pembelajaran. Tapi, ya..masalahnya tidak ada dana,” ujar Subaedi.(Siapbelajar Purwakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.