SD Negeri 1 Cadassari Tegalwaru, Berjaya dengan Menciptakan BBM

oleh -5 views
Ilustrasi (wmagzsman1p.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (wmagzsman1p.blogspot.com)
Ilustrasi (wmagzsman1p.blogspot.com)

SEKOLAH Dasar ini berada jauh di ujung Kabupaten Purwakarta. Tapi siapa sangka sekolah yang jauh dari pusat kota ini menuai decak kagum. Betapa tidak, SD Negeri 1 Cadassari membuat alat penyulingan sederhana untuk memproduksi bahan bakar minyak (BBM) yang berbahan baku sampah plastik.

Ditemani guru pembina, sejumlah siswa sibuk memasukkan serbuk gergaji ke dalam perapian. Di atas perapian tersebut ada sebuah drum yang dipenuhi sampah plastik dari berbagai jenis. Api mulai disulut, dan anak-anak itu menunggu beberapa lama, sampai akhirnya menampung cairan yang keluar dari pipa besi yang disambungkan ke drum berisi sampah plastik. Cairan yang keluar tersebut adalah bahan bakar minyak sejenis solar.

banner 728x90

Sejauh ini memang belum dilakukan uji laboratorium terhadap kadar oktan yang terkandung dari BBM tersebut. Yang jelas, BBM hasil penyulingan dari plastik sampah ini bisa untuk bahan bakar lampu tempel. Bahkan, seperti diungkapkan guru pembina Ade Solihin, BBM tersebut mampu mengoperasikan mesin rumput. “Ada rencana mengirimkan sample ke LIPI untuk mengetahui kandungan oktan,” terang Ade.

Ade berujar bahwa penyulingan BBM di SDN Cadassari ini baru dilakukan sejak September silam. Bermula dari banyaknya sampah plastik yang berserakan di sekitar sekolah. Ade berpikir, sampah ini mesti dimanfaatkan. “Sampah jenis plastik kalau dibiarkan, akan merusak lingkungan,” teranya. Beranjak dari sanalah akhirnya ada ide memanfaatkan plastik menjadi BBM.

SDN 1 Cadassari patut bersyukur karena ide menciptakan BBM dari sampah plastik, terdengar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Tak ayal, Dedi pun memberi bantuan materi untuk pembuatan penyulingan. Dia berharap penyulingan sederhana ini bisa diterapkan di sekolah lain, sebagai upaya untuk menjaga lingkungan sehat dari dampak buruk sampah jenis plastik. Tak hanya itu, ke depan diharapkan  penyulingan tersebut digunakan untuk lingkup Purwakarta.

Untuk keberlangsungan proses penyulingan, awalnya pihak sekolah akan memasok sampah plastik dari Pasar Tradisional Citeko. Namun karena terkendala oleh beberapa alasan, hingga kini pasokan tersebut belum juga dilaksanakan. Akhirnya pihak sekolah mengimbau setiap murid membawa sampah plastik dari rumah mereka masing-masing. Jenis plastik yang bagus adalah plastik yang berukuran tebal, seperti botol kemasan air mineral.

Kepala Sekolah SDN 1 Cadassari  mengaku bangga dengan adanya praktik penyulingan BBM di sekolahnya. Dia berharap dengan memanfaatkan limbah plastik, paling tidak bisa memberi pemahaman kepada para siswa akan pentingnya menjaga lingkungan. “Lebih dari itu, kami berharap siswa menjadi paham bahwa jika kita bisa memanfaatkannya, sampah pun akan menjadi berguna,” ujarnya. (siapbelajar Purwakarta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.