Satu Siswa Satu Buku, Geliatkan Literasi MAN I Kota Bukittingi

oleh -5 views

Madrasah Aliyah Negeri I Kota Bukittinggi (MAN I KBT) memiliki pendekatan yang menarik untuk membangun kesadaran literasi siswanya. Melalui program Satu Siswa Satu Buku (SASISABU), MAN I KBT ini mendorong siswa untuk menulis dan membuat buku masing-masing.

“Kami berharap ini menjadi oase, di tengah perjuangan bersama untuk meningkatkan literasi masyarakat Indonesia,” tutur Kepala MAN I KBT Irsyad.

Irsyad menuturkan, hingga saat ini sudah terdapat 11 buku karya siswa yang telah dihasilkan dari program yang telah dirintis sejak 2018 ini. Ia menambahkan rancangan program pengembangan literasi ini telah dibuat setiap tahunnya agar target penulisan buku bisa direalisasikan.

Tidak hanya siswa, para guru pun didorong untuk aktif dalam kegiatan literasi.“Untuk hajat ini, dikembangkan program Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU). Sampai saat ini telah diterbitkan sebanyak 58 karya guru, sudah ber-ISBN sebagaimana karya siswa,” kata Irsyad.

Seluruh program literasi tersebut terangkum dalam sebuah gerakan yang dinamakan GELISA (Geraskan Literasi MAN I Kota Bukittinggi). Gerakan ini mewadahi minat dan aktifitas literasi siswa dan guru MAN I KBT.

Tak berhenti pada gerakan literasi, madrasah yang merupakan salah satu MAN Keterampilan ini juga memacu para siswanya untuk berprestasi dalam berbagai ajang kecakapan siswa. Berderet prestasi dan keunggulan para siswa yang telah mendapat berbagai penghargaan pada tingkat lokal maupun nasional.

Terbaru, siswa MAN I KBT mendapat penghargaan 1 Best Point (Salsabila dan Nurul Izzati) dan penghargaan 2 Best Design (Restiani dan Windy Putri Anjeli) pada Madrasah Robotic Competition 2020 tingkat Nasional di Jakarta.

Sebelumya Ghiffari Ibnu Thoriq dan Desfi Nabila Fitri bersinar di Superstar Science Olympiad (SSO) 2021, masing-masing dengan raihan medali perak dan perunggu. Desfi adalah juga peraih juara 2 bidang Geografi Terintegrasi pada Kompetisi Sains Madrasah Online (KSMO) 2020 yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Tata kelola lembaga juga menjadi titik perhatian MAN I KBT. Rasyid menjelaskan bahwa MAN KBT menjadi salah satu pilot project pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Kami menjadikan prestasi siswa, berbagai inovasi, layanan publik, dan tata kelola MAN I Kota Bukittinggi sebagai titik penting yang harus menjadi perhatian bersama,” ujar Irsyad menutup perbincangan. (kemenag)