Sariban, Peduli Lingkungan Sejak 1983

oleh -5 views

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Hal ini diyakini betul oleh Sariban (78), pahlawan lingkungan asal Kota Bandung. Sejak muda hingga kini menapaki usia senja, Sariban konsisten mengabdikan diri menjaga lingkungan agar tetap asri.

Bapak empat anak ini bercerita, semua bermula saat ia salat Jumat di Masjid Agung Kota Bandung pada 1983 silam. “Orang-orang bawa kantong plastik untuk membungkus sepatu. Setelah itu, plastiknya enggak dikumpulin, kebawa angin ke mana-mana,” ungkap Sariban saat ditemui di kediamannya di Cikondang, Kota Bandung.

Upaya sederhana namun konsisten yang dilakukan Sariban membuat Wali Kota Bandung saat itu memberi mandat sebagai relawan kebersihan di Kota Bandung. Kegiatan memungut sampah sampai hari ini masih ia lakoni. Dengan sepeda yang dilengkapi alat kebersihan, Sariban tak pernah lelah mengayuh untuk memungut sampah.

Langkah lain yang dilakukan pria kelahiran Magetan 1943 ini adalah mencabut paku yang tertancap di pohon. Dengan modal sebatang kayu dan linggis, Sariban dengan sigap melepaskan paku yang “menyiksa” pohon. Kebanyakan paku tersebut merupakan media untuk menempelkan spanduk kampanye.

“Kenapa hamba Allah memaku pohon? Pohon itu juga makhluk hidup, tanpa pohon hidup kita gimana?” ucapnya lirih.

Tanggung Jawab Bersama

Menurutnya, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. “Sampahmu tanggung jawabmu. Sampahmu mau dikemanakan? Harus dibuang ke tempat sampah tentunya,” tuturnya.

Sariban mengungkapkan, upaya menjaga lingkungan serta edukasi pentingnya tidak membuang sampah sembarangan bisa dikenalkan di lingkungan keluarga. “Anak-anak harus dididik untuk mencintai kebersihan lingkungan sejak dini, orang tua harus berperan,” jelasnya.

Selain itu, semua orang bisa menjadi teladan peduli lingkungan dengan memberi contoh. “Semua dimulai dari diri sendiri. Masa kita ngajak bebersih tapi kitanya enggak bebersih?” ujarnya.

Hari ini, bertepatan dengan Hari Sampah Nasional, ia mengajak masyarakat, khususnya pelajar untuk terus menjaga lingkungan. “Kaum pelajar harus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan ilmu yang telah dimiliki. Beberapa ratus tahun ke depan, perjuangan memelihara lingkungan hari ini akan dirasakan oleh anak cucu kita nanti,” ajaknya menutup perbincangan. (disdik jabar)