Saran Kemenag, Siswa MA Berprestasi Masuk PTKIN Tanpa Test

oleh -34 views

Wakil Rektor (WR) /Wakil Ketua (WK) Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni diminta untuk mengundang secara khusus alumni Madrasah Aliyah (MA) yang berprestasi untuk masuk ke PTKIN tanpa test.

Hal itu disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno saat membuka acara Pertemuan WR/WK III PTKIN se-Indonesia di IAIN Manado, 10-13 Desember 2020.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Lebih lanjut, dikatakan Suyitno, siswa-siswi yang hafidz Al-Qur’an, juara olimpiade, mempunyai prestasi akademik dan non akademik, serta brillian, bisa menjadi bibit-bibit unggul bagi pengembangan PTKI. “Kita ingin memastikan input mahasiswa yang masuk ke PTKIN dari tahun ke tahun adalah yang berkualitas dan WR/WK III mempunyai data prestasi mahasiswa sejak awal untuk memudahkan pembinaan,” katanya.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini menegaskan tugas PTKI bukan mengajarkan baca tulis Al-Qur’an, tetapi sudah menyentuh ke substansi keagamaan. Disinyalir, saat ini masih ada mahasiswa yang belum bisa mengaji.

“Mestinya kemampuan membaca Al-Qur’an sudah selesai saat mereka di pendidikan dasar dan menengah, bahkan MI dan MTs,” tegasnya.

Mantan WR III UIN Palembang ini berharap sistem penerimaan mahasiswa baru tidak semata-mata berbasis computer base test (CBT). CBT dinilai kurang dalam mendeteksi pemahaman dan pengalaman keagamaan calon mahasiswa. “Pemahaman, pengalaman dan pengamalan agama harus clear karena menjadi visi PTKI,” tuturnya.

Bahkan, Suyitno menambahkan, untuk menjaring bibit-bibit unggul, kalau perlu ada kuota khusus untuk KIP Kuliah bagi mereka yang mempunyai kualitas khusus. “Di antara kuota KIP Kuliah yang saat ini 17.565 orang, memungkinkan untuk diberikan kepada siswa yang berprestasi, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi”, lanjutnya.

Di hadapan para WR/WK III PTKIN se-Indonesia, Suyitno juga meminta untuk mempersiapkan penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang akan digelar di UIN Palembang 2021 dengan baik dan berkualitas. Hal lain yang dibahas juga adalah terkait pembinaan kemahasiswaan dengan adanya Diklatpimnas, ma’had al-jami’ah dan issu-issu kemahasiswaan lainnya.

Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim mengatakan kedatangan WR/WK III PTKIN ke Manado menambah semangat bagi kami dalam mengembangkan IAIN Manado. “Silaturtrahmi ini sangat strategis untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan PTKIN, terutama bagi kami yang berada di daerah yang multicultural ini,” ujarnya.

Delmus meminta Kemenag untuk memberikan kebijakan khusus kepada kampus yang dipimpinnya agar cepat berkembang, termasuk harapannya untuk segera menjadi UIN. “Perlu affirmasi khusus agar kami cepat menjadi UIN dan Pemerintah Daerah sudah merekomendasikannya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur berharap PTKIN dengan Dit PD Pontren dapat mengembangkan sinergi agar pondok pesantren dan PTKI menjadi lebih maju, salah satunya melalui ma’had al-jami’ah.

Waryono menerangkan saat ini pihaknya sedang menjalin kerjasama dengan Kementerian BUMN dan Menko Perekonomian dalam penguatan pemberdayaan ekonomi di pesantren. “Kita harus saling sinergi agar PTKIN dan Pondok Pesantren berkembang dengan baik dengan potensinya masing-masing,” tegasnya.

Hadir dalam pembukaan, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Ahmad Rajafi, Wakil Rekor II Bidang AUAK Radlyah H. Jan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Muasdalifah, Ketua Forum WR/WK III PTKIN se-Indonesia Isroqunnajah, Sekjen Forum Sumper Mulia Harahap, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori dan Kasi Kemahasiswaan Amiruddin Kuba.