Santri dan Pelajar SMA di Garut Belajar Desain Web

oleh -11 views
SEBANYAK 55 santri dan pelajar tingkat SMA dan MA dari berbagai pelosok Kabupaten Garut mengikuti pelatihan penulisan dan web design.(jabar.tribunnews.com)
Arrief Ramdhani
SEBANYAK 55 santri dan pelajar tingkat SMA dan MA dari berbagai pelosok Kabupaten Garut mengikuti pelatihan penulisan dan web design.(jabar.tribunnews.com)
SEBANYAK 55 santri dan pelajar tingkat SMA dan MA dari berbagai pelosok Kabupaten Garut mengikuti pelatihan penulisan dan web design.(jabar.tribunnews.com)

SEBANYAK  55 santri dan pelajar tingkat SMA dan MA dari berbagai pelosok Kabupaten Garut mengikuti pelatihan penulisan dan web design, Jumat (26/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan menghadirkan sejumlah pemateri ahli.

Kegiatan ini diselenggarakan Komunitas Rumput Ponpes Nurul Ihsan Banyuresmi. Ketua komunitas tersebut, Mochamad Jalaluddin, mengatakan pelatihan ini digelar untuk mencetak para pembuat website internet yang juga ahli dalam penggunaan Bahasa Indonesia.

Tidak hanya itu, kata Jalaluddin, mereka mendapat pemaparan dari Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf Bungkus Hadisuseno, mengenai wawasan kebangsaan, dan Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi, mengenai cyber crime atau kejahatan di dunia maya.

“Dengan demikian, pembuatan website-nya akan didasari rasa cinta Tanah Air dan ke-Indonesia-annya, juga tidak menyalahi peraturan dan membuat website-website yang bermanfaat secara positif,” kata Jalaluddin saat ditemui di acara pembukannya di Markas Kodim 0611 Garut.

Kegiatan tersebut, katanya, merupakan bentuk kontribusi Komunitas Rumput Ponpes Nurul Ihsan dalam dunia pendidikan. Pesantren, katanya, merupakan milik umat Islam dan harus berbuat kembali untuk umat, di antaranya memajukan pengetahuan di bidang informasi teknologi.

Pemberi materi dalam kegiatan ini adalah anggota-anggota Komunitas Pensil Merah dari Bandung. Sedangkan, pesertanya berasal dari 25 sekolah negeri, swasta, dan pesantren dari berbagai pelosok. Garut, dengan peserta terjauh dari Kecamatan Pakenjeng.

“Di sini diajarkan juga dampak negatif dari internet, khususnya sosial media. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penulisan dan pelatiwan web design,” katanya.

Selama ini, katanya, Kabupaten Garut cenderung tertinggal dalam hal informasi teknologi, khususnya internet. Padahal, cukup banyak para ahli internet yang berasal dari Garut dan berkiprah di daerah lain.(jabar.tribunnews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.