Sabtu ini Soal Ujian Nasional Tiba di Garut

oleh -1 views
Ilustrasi (terasmedan.com)
Arrief Ramdhani

 

Ilustrasi (terasmedan.com)
Ilustrasi (terasmedan.com)

BUPATI Garut Rudy Gunawan, terdapat sekitar 22 ribu pelajar tingkat SMA dan 30 ribu pelajar tingkat SMP yang akan mengikuti ujian nasional (UN) di Garut. Soal dan berkas UN untuk tingkat SMA yang akan dilaksanakan pada 14-16 April 2014 sampai di Garut pada Sabtu (12/4).

Rudy berharap 100 persen pelajar Garut lulus UN. Kecurangan dalam UN pun kemungkinan kecil terjadi mengingat dalam setiap kelas terdapat 20 jenis model soal.

Polres Garut pun menyiapkan sejumlah kendaraan dan personelnya untuk membantu Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dalam mendistribusikan perlengkapan dan mengamankan pelaksanaan Ujian Nasional 2014.

Kapolres Garut, AKBP Arif Rachman, mengatakan pengamanan distribusi dan pelaksanaan UN ini dilakukan untuk menghindari kebocoran soal. Personil dan kendaraan, katanya, disiagakan pada sebelum, saat, dan setelah, pelaksanaan UN.

Sebelum dan setelah UN, katanya, anggotanya disiagakan untuk membantu mobilisasi soal dan mengamankan soal ujian agar tidak terjadi kebocoran. Sedangkan saat UN, selain anggota yang mengamankan pelaksanaan di sekolah, terdapat anggota Satuan Lalu Lintas untuk mengatur jalan raya.

“Itu harus dilakukan agar siswa yang melakukan UN tidak kesiangan akibat macet. Polisi berpakaian sipil akan disiagakan untuk menjaga kelancaran UN di sekolah,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaksanaan UN, katanya, pihaknya pun siap melaksanakan jalur angkutan selama UN. Dalam keadaan mendesak, pihaknya siap membantu bila kendaraan kepolisian diperlukan untuk mengangkut keperluan UN.

“Bila di sejumlah wilayah anggota kepolisian berpakaian preman disiagakan di setiap sekolah, kalau di Garut hal itu belum perlu diberlakukan menyeluruh. Hingga saat ini situasi Garut relatif kondusif. Namun jika hal itu betul-betul diperlukan, penyiagaan anggota di seluruh wilayah sekolah akan dilakukan,” katanya.

Kapolres mengatakan melakukan pemantauan sekolah di semua wilayah menjelang pelaksanaan UN. Pantauan secara dominan dilakukan secara mobile link dan kontrol ke sekolah-sekolah. Hal itu, menurut Arif, harus dilakukan untuk memantau lebih dalam kondisi pengamanan sekolah.(jabar.tribunnews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.