Saatnya Guru dan Dosen Budayakan Baca Buku

Friday 13 December 2013 , 3:27 AM
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

PARA guru dan dosen di Indonesia hendaknya melakukan pengembangan diri atau self development untuk menyeimbangi upaya pemerintah dalam membangun fasilitas sekolah dan ruang kelas. Hal ini dilakukan supaya pelayanan pendidikan terhadap warga dapat berjalan efektif.

Sekjen Perkumpulan Persahabatan Indonesia Tochigi (PPIT), Ueno Katsujiro, mengatakan self development dapat dilakukan guru dan dosen, salah satunya dengan membudayakan membaca buku di mana saja, minimal di sekolah, perpustakaan, dan rumah.

Untuk mendukung self development, tuturnya, time management atau pengendalian waktu harus dilakukan. Khususnya waktu belajar, time management bagi para guru atau pelajarnya pun harus selalu ditanamkan. Pemerintah dapat membantu time management dengan menampilkan waktu pada siaran televisi, setiap saat.

“Tapi, bagaimana bisa anak-anaknya menyintai membaca buku kalau gurunya tidak suka membaca. Di Jepang, guru selalu membacakan buku untuk anak-anaknya. Anak-anak juga diberi waktu sepuluh menit, setiap hari, sebelum belajar, untuk membaca buku pilihannya,” kata Ueno saat ditemui seusai mengisi Seminar Internasional Pendidikan bertajuk Pentingnya Membaca dan Menulis Buku Harian, di Universitas Garut, Rabu (11/12).

Ueno mengatakan, sekolah dasar berukuran kecil di Jepang minimal memiliki 10 ribu buku. Hal ini, ucapnya, cukup jarang ditemui di Indonesia. Karenanya, upaya pemerintah dalam membangun sejumlah perpustakaan di desa atau sekolah, tuturnya, sangat tepat untuk meningkatkan intelejensi warganya.(jabar.tribunnews.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.