Saat Pandemi Covid-19 Belanja Media Banyak dari Pemerintah

oleh -8 views
Suasana seminar bertajuk 'Media Siber : Sehat Bisnisnnya, Berkualitas Kontennya'. di Trans Hotel Bandung, Sabtu (27/11/2021)

Bandung, Siapbelajar.com– Pemerintah memiliki perhatian terhadap keberlangsungan bisnis media. Selama pandemi Covid-19, belanja media terbanyak datang dari pemerintah. Hal itu ditegaskan Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika dalam seminar bertajuk ‘Media Siber di Jabar: Sehat Bisnisnnya, Berkualitas Kontennya’ di Bandung, Sabtu (27/11/2021).

Gelaran seminar itu terkait dengan pengukuhan Kepengurusan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Barat periode 2020-2023. Tantangan media online berbasis jurnalistik  hari ini, lanjut Guntur, dihadapkan pada media sosial yang juga turut memproduksi dan mendistribusikan informasi. Namun, media online memiliki kelebihan untuk bisa dipercaya pembaca karena ada aturan cek fakta dan aturan perundang-undangan dalam menjalankan bisnisnya.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Di Indonesia, berdasarkan catatan dari Dewan Pers pada 2018, terdapat 43.000 media online dari 47.000 media massa. Namun tidak semua media melengkapi dirinya dengan aspek legalitas yang memadai, demikian dengan sumber daya manusianya sebagai awak media.

Oleh karena itu Direktur Eksekutif LPDS Hendrayana mendorong media-media online, tak hanya anggota AMSI untuk memenuhi aspek legalitas. Sebab, jika terjadi sengketa berita, awak media dan perusahaan pers bisa menyelesaikannya menggunakan UU Pers No 40 tahun 1999.

“Kalau perusahaanya tidak ada badan hukum, kalau ada sengketa media atau berita, ranahnya jadi UU ITE,” ujarnya. Problem ini juga menjadi persoalan media hari ini. Banyak media yang performa perusahaan tidak sehat sehingga menghasilkan produk jurnalistik yang tidak berkualitas.

Media online sebagai sebuah keniscayaan di tengah era digital, menjadi rujukan masyarakat untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di luar rumah, termasuk landasan mengambil keputusan. Selain konten berita berkualitas, tak bisa disanggah hari ini juga banyak bertebaran infomasi hoaks.

Tingkatkan kualitas

Teten Indra Abdillah Komisaris Utama PT New Inspirator, sebagai pelaku usaha bisa media, berharap pemerintah daerah maupun pusat bisa selektif dalam bermitra dengan media. “Kami berharap pemerintah bermitra dengan media-media yang perusahaanya jelas, wartawannya berkompeten, bukan media ‘abal-abal,’” ujarnya. Dengan demikian, perusahan media akan tumbuh menjadi media yang sehat dan menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas.

Sementara itu Faiz Rahman dari Diskominfo Jabar menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jabar mendorong media-media online di Jabar untuk terus meningkatkan kulitasnya karena memiliki peran penting dalam penyebaran informasi atau kebijakan dari pemerintah.

“Umumnya media-media yang bermitra dengan pemerintah adalah mereka yang memiliki legalitas, wartawannya juga melakukan uji kopetensi,” ujarnya. Bahkan, pemerintah juga berencana memfasilitasi awak media untuk mengikuti uji kopetensi.

Kegiatan AMSI Jabar ini mendapat dukungan dari Pemprov Jabar, BNI, PDAM Kabupaten Bogor, produk herbal Gentong Geulis, dan Perum JasaTirta II.***