Rumah Sejarah Kalijati Menjadi Distinasi Wisata Edukasi

oleh -72 views
Rumah Sejarah Kalijati
Arrief Ramdhani
Rumah Sejarah Kalijati
Rumah Sejarah Kalijati

SEKITAR  72 tahun silam, tepatnya tanggal 8 Maret 1942 kekuasaan Belanda yang telah menguasai bumi pertiwi selama 350 tahun berakhir begitu saja di sebuah rumah kecil, di dalam komplek Lanud Suryadharma Kalijati, Subang, Jawa Barat. Hari itu Belanda menyerahkan kekuasaannya di Nusantara kepada Jepang yang baru beberapa hari mendarat di Pulau Jawa.

Peristiwa yang terjadi tak lebih dari 10 menit itu menjadi hal yang memalukan bagi bangsa Belanda sekaligus menjadi awal beralihnya penjajahan di Indonesia ke tangan Jepang.

banner 728x90

Rumah yang menjadi saksi sejarah tersebut, saat ini dikenal dengan nama rumah sejarah. Rumah yang dibangun sekitar tahun 1917 itu diresmikan sebagai museum pada tanggal 21 Juli 1986. Di dalam ruang utama di rumah berukuran 10 x 10 meter ini terdapat sebuah meja kayu dengan alas kotak-kotak hitam putih dengan delapan kursi kuno yang dahulu menjadi tempat perundingan.

Masih di dalam ruangan yang sama juga terdapat pula lukisan, foto–foto kuno, pedang, jam dinding, dan benda-benda kuno lainnya termasuk sebuah prasasti dari marmer sebagai peringatan pendaratan pasukan Jepang di Pulau Jawa. Selain itu di rumah tersebut juga masih terdapat 3 ruangan lainnya yang dindingnya dipenuhi foto-foto bersejarah terkait peristiwa penyerahan kekuasaan dan keadaan Lanud Suryadharma

Satu lokasi dengan Rumah Sejarah Kalijati juga terdapat Museum Amerta Dirgantara Mandala. Beberapa pesawat kuno yang telah dihapus dari kekuatan TNI AU dirawat di dalam sebuah hanggar tua yang kini difungsikan sebagi museum. Di sudut lain museum ini terdapat ruang pameran sejarah perkembangan Sekolah Penerbangan di Indonesia dari awal hingga sekarang, yaitu berupa foto-foto dan benda-benda bernilai sejarah peninggalan Sekolah Penerbangan yang disusun secara sistematis.

Gedung–gedung dan perumahan kuno yang terdapat di Kompleks Lanud ini menjadi pemandangan menarik, terutama bagi pecinta wisata sejarah. Selain banyak dikunjungi oleh pelajar, sering juga turis dari Belanda dan Jepang yang berkunjung ke sini.

Banyak dari mereka yang memiliki hubungan historis dengan tempat ini. Para mantan tentara Jepang yang berkunjung biasanya berdoa di makam rekan mereka Sersan Kinoshita yang gugur saat perang melawan Belanda. Kini makam tersebut dijadikan monumen.

Lokasi wisata sejarah ini terletak kira-kira 15 km arah barat pusat kota Subang. Jaraknya dari Jakarta sekitar 140 km atau sekitar 2,5 jam perjalanan. Dari Jakarta arahkan kendaraan Anda melalui tol Cikampek kemudian keluar dari pintu tol Sadang dan menuju ke Subang.*** Ahya Nurdin/ Biro Subang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.