Rp500 miliar untuk pelatihan guru kurikulum baru

oleh -2 views
Ilustrasi (www.beritabekasi.co)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (www.beritabekasi.co)
Ilustrasi (www.beritabekasi.co)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan telah menganggarkan Rp500 miliar untuk pelatihan guru terkait penerapan kurikulum baru yang akan diberlakukan bertahap dalam tahun ini.

Dari total yang disetujui DPR RI Rp829 miliar, Rp500 miliar di antaranya untuk pelatihan guru dan selebihnya untuk mencetak buku-buku yang akan didistribusikan ke 6.325 sekolah di 295 kabupaten dan kota, kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim di Padang, Sumatera Barat, Sabtu.

Seusai menjadi pembicara pada seminar nasional pendidikan matematika yang digelar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Musliar Kasim mengatakan,”Dari evaluasi terakhir didengar dari pak Menteri, panitia kerja di Komisi X sudah menyetujui nilai sebesar itu. Tinggal rapat kerja pada awal pekan depan, mudah-mudah berjalan lancar.”

Program pelatihan dengan anggaran miliaran rupiah itu dimaksudkan untuk mempersiapkan agar Kurikulum 2013 dapat diterapkan dengan mudah.

Menurut mantan Rektor Unand itu, pelatihan guru akan dimulai 8 Juni mendatang karena anggarannya sudah ada.

“Sama halnya dengan Kementerian Agama, yang sekarang lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk pelatihan para guru mulai dari jenjang MIN-Aliyah,” ujarnya.

Kurikulum 2013 diterapkan bertahap dengan salah satu pertimbangannya adalah anggaran, mengingat sejumlah kalangan menyampaikan pemikiran agar anggaran persiapan jangan terlalu besar.

Oleh karena itu, kabupaten dan kota yang ditentukan untuk penerapan kurikulum 2013 hanya 295 daerah, khususnya yang terdekat dengan bandara di suatu provinsi.

Selain karena pertimbangan jarak tempuh, sekolah yang dipilih untuk menerapkan kurikulum baru itu tahun ini adalah sekolah dengan akreditasi A dan eks Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI).

Tapi, kata Musliar, ada satu kabupaten yang tidak ditunjuk untuk menerapkan kurikulum baru tapi mengajukan diri dengan bersedia menyediakan anggaran sendiri dari APBD.

“Kami juga memuat buku panduan atau pedoman pembelajaran baik bagi murid/siswa dan guru di situs website Kemendikbud RI sehingga dapat diakses,” ujarnya.(antaranews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.