Rektor Unpad Tegaskan, “Tak Boleh Ada Mahasiswa Drop Out Karena Tidak Mampu Bayar Kuliah”

oleh -0 views
Arrief Ramdhani
Kampus-Unpad-Bandung
Kampus Universitas Padjadjaran

SELASA (11/06), Unpad menggelar silaturahmi dengan para orang tua/wali calon mahasiswa baru program S1 Jalur SNMPTN tahun akademik 2013/2014. Kegiatan tersebut digelar di setiap fakultas yang ada di kampus Unpad Jatinangor. Sementara untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) yang kampusnya di Dipati Ukur Bandung, penyambutan digelar di komplek Sarana Olah Raga Bale Santika Kampus Unpad Jatinangor.

Para orang tua/wali pun mengikuti pemaparan seputar Unpad oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, melalui rekaman video yang ditayangkan di setiap fakultas. Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengucapkan selamat kepada calon mahasiswa Unpad yang lulus dalam jalur SNMPTN.

“Harus diakui, menjadi mahasiswa Unpad tidaklah mudah. Karena harus melalui persaingan yang ketat,” ujar Rektor.

Seperti yang diketahui pada tahun ini, jumlah pendaftar SNMPTN ke Unpad merupakan tertinggi se-Indonesia, yakni 141.864 orang dengan daya tampung 3.733 mahasiswa. Ini berarti, rata-rata keketatan persaingan SNMPTN ialah 1 : 38. “Untuk beberapa program studi, bahkan tingkat keketatan ini ada yang lebih tinggi,” tambah Rektor.

Menurut Rektor, ketatnya persaingan tersebut akan memicu peningkatan kualitas input calon mahasiswa. Hal tersebut terlihat dari nilai rapot calon mahasiswa Unpad yang lulus di jalur SNMPTN. “Untuk tahun ini, yang lulus di SNMPTN adalah para siswa yang memiliki ranking tertinggi di sekolahnya,” jelas Rektor.

Tepuk tangan para tamu undangan pun membahana saat Rektor menjelaskan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) di Unpad. Seperti yang telah dijelaskan, UKT adalah sistem pembayaran kuliah secara tunggal, yaitu tidak boleh ada pungutan biaya apa pun di luar UKT seperti: uang pangkal, uang praktikum, KKN, Wisuda, KKL, biaya ekskursi, uang jaket, dan pembayaran lain di luar biaya SPP.

Selain itu, Rektor pun kembali mengingatkan bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang drop out (DO) akibat tidak mampu membayar kuliah. Oleh karena itu, saat ini besarnya pembayaran SPP mahasiswa didasarkan pada pendapatan orang tua.”Karena itu, terima kasih apabila bapak dan ibu telah mengisi daftar kekayaan dengan sebenar-benarnya. Melalui itu, kami akan menentukan besarnya biaya pembayaran,” ujar Rektor.

Dadang, salah satu orang tua calon mahasiswa FMIPA Unpad pun lega mendengar informasi tersebut. “Setidaknya saya tidak hariwang lagi kalau nanti kesulitan membayar semesteran karena biayanya yang tinggi,” ujarnya senang.(unpad.ac.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.