Purwakarta Sulit Terapkan Sistem Zonasi PPDB

Friday 10 May 2019 , 8:19 AM

PENERIMAAN  Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Purwakarta belum tentu menggunakan sistem zonasi. Kesenjangan fasilitas dan sumber daya antar sekolah menjadi kendalanya.

Pemerintah daerah setempat diakui masih mempertimbangkan mekanisme yang paling cocok. “Masih mempertimbangkan rencananya antara zonasi full dan zonasi kombinasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto, Kamis 9 Mei 2019.

Sistem zonasi secara menyeluruh diakui merupakan keinginan pemerintah pusat saat ini. Artinya, siswa yang akan diterima lebih diutamakan berdomisili di sekitar sekolah tersebut. Kriteria tersebut lebih diutamakan ketimbang prestasi peserta PPDB.

Sedangkan pada sistem zonasi kombinasi, nilai akademik siswa bisa menjadi pertimbangan masuk di sekolah dari luar zonasinya. “Misalnya dari luar zonasi mau masuk SMP 1, bisa saja kalau berprestasi,” kata Purwanto menegaskan.

Proses pembahasan sistem PPDB itu ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Purwanto mengaku kesulitan menentukannya karena sebagian SMP di Purwakarta belum memenuhi standar pelayanan yang sama.

PPDB berbasis zonasi diakui bisa menghilangkan stigma sekolah favorit dan bukan. Selain itu, jarak dari rumah ke sekolah yang dekat juga akan meringankan beban orang tua siswa untuk biaya transportasi anaknya.

“Tapi untuk bisa zonasi full secara merata itu harus terpenuhi dulu semua standar pelayanannya. Standar itu belum terpenuhi semuanya (di Purwakarta),” tutur Purwanto. Kondisi tersebut diakui menyulitkan pemerintah daerahnya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.