Purwakarta Sediakan Kelas Khusus bagi Pelajar Nakal

oleh -5 views
ILustrasi (inilahkoran.com)
Arrief Ramdhani
ILustrasi (inilahkoran.com)
ILustrasi (inilahkoran.com)

PEMKAB Purwakarta, akan menyediakan kelas khusus bagi pelajar tingkat SMP dan SMA yang dinilai memiliki tingkat kenakalan di luar batas kewajaran di sekolahnya. Misalnya, mereka yang masih kecanduan rokok dan sering membolos.

Nantinya, kelas tersebut bisa menjadi ruang isolasi sekaligus rehabilitasi bagi mereka. Untuk sementara, kelas ini akan memakai salah satu ruangan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan, para pelajar kategori seperti ini harus mendapat perlakuan khusus dari pemerintah. Apalagi, selama ini banyak guru yang cukup kesulitan menanggulangi kenakalan mereka di sekolah.

“Di kelas ini, nantinya ada guru khusus juga. Guru tersebut, akan lebih mengedepankan metode pelajaran yang bersifat pendalaman spiritual, olahraga dan kreatifitas,” ujar Dedi akhir pekan kemarin.

Menurut Dedi, pelajar kategori nakal pun memiliki hak untuk menjadi baik. Apalagi, kata dia, anak-anak seperti ini cenderung memiliki kecerdasan lebih. Jadi, dalam hal ini pihaknya meminta sekolah untuk mendata siswanya yang masuk kategori nakal itu. Nanti, siswa yang dinilai oleh sekolah itu harus dikirim ke kelas khusus tersebut.

“Jangan diasingkan, justru mereka harus mendapat perlakuan khusus dari sekolah. Supaya kenakalan mereka berbuah jadi kebaikan,” jelas dia.

Dedi menambahkan, pelajar yang mengikuti kelas khusus ini secara administratif masih berstatus sebagai siswa di sekolah mereka. Dengan kata lain, mereka hanya sementara pindah lokasi belajar dan akan dikembalikan ke sekolahnya ketika sudah mengalami perbaikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadi, mereka hanya pindah tempat belajar saja. Secara administratif, mereka masih tercatat sebagai siswa di sekolah masing-masing. Kalau mau kembali belajar di sekolahnya, mereka harus menunjukan perubahan karakter dari tadinya buruk menjadi baik,” tambah dia.

Dia kembali menambahkan, ada tiga hal negatif yang harus dihilangkan dari segelintir pelajar, baik di tingkat SMP dan SMA/sederajat ini. Yakni, kebiasaan merokok, membawa kendaraan bermotor dan nongkrong. Menurutnya, pemerintah harus turun tangan. Karena, dalam hal ini tak bisa hanya mengandalkan orang tua.

“Orang tua tak punya otoritas lagi. Kebanyakan dari mereka takut melarang anaknya. Makanya, pemerintah harus intervensi,” kata dia.

Menurut dia lagi, kebijakan ini merupakan langkah pemerintah untuk memproteksi supaya anak-anak ini terlindungi. Baik dari sisi kesehatan, maupun pergaulan. Sebab, pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi pergaulan anak-anak di bawah umur saat ini yang semakin tak terkontrol ini.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, Purwanto menambahkan, kelas khusus ini akan memanfaatkan ruangan yang ada di dinasnya. Mereka, nantinya akan disatukan supaya memudahkan pihaknya untuk melakukan pengawasan.

“Ini untuk memudahkan kami memantau perkembangan anak tesebut selama berada di kelas khusus ini,” ujar dia singkat. (inilahkoran.com)