Purwakarta Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Subsidi SMA

oleh -3 views
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Arrief Ramdhani
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

PEMKAB Purwakarta mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar untuk menyubsidi SMA sederajat. Subsidi tersebut, dipergunakan untuk infrastuktur sekolah, sampai penjaminan biaya pendaftaran dan SPP. Dengan begitu, siswa SMA di wilayah ini bisa merasakan sekolah dengan gratis.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, tahun ini subsidi khusus untuk SMA sederajat sebesar Rp 20 miliar. Anggaran tersebut, dialokasikan dari APBD kabupaten.  “Subsidi untuk SMA ini, untuk mendorong supaya pendidikan di Purwakarta tak lagi sembilan tahun. Melainkan sampai 12 tahun,” ujar Dedi, kepada Republika, Senin (6/7).

Subsidi untuk SMA sederajat ini, lanjut Dedi, sangat besar. Bila dibanding untuk SD dan SMP. Karena, subsidi untuk SD dan SMP sekitar Rp 14 miliar. Kenapa subsidi untuk SMA cukup besar? Sebab, selama ini pemkab telah mengeluarkan kebijakan gratis sekolah sampai 12 tahun.

banner 728x90

Sedangkan di tingkat nasional dan provinsi, kebijakan sekolah gratis ini baru sampai tataran SMP. Sedangkan di Purwakarta, gratisnya sudah sampai tingkat SMA.

Karenanya, subsidi ini lebih difokuskan pada sekolah menengah atas tersebut. Supaya, anak-anak di Purwakarta bisa mengenyam pendidikan, minimalnya sampai 12 tahun. “Kalau SD dan SMP, subsidinya kecil karena sudah teratasi oleh dana BOS,” ujar Dedi.

Akan tetapi, lanjut Dedi, ada yang beban yang menggelayut di pikirannya. Apa itu? Soal, SMA yang kewenangannya diambil alih provinsi. Kebijakan itu, pasti akan berdampak terhadap program pendidikan gratis di Purwakarta.

Meski demikian, pihaknya tidak akan menghapus subsidi untuk SMA tersebut. Subsidi itu, akan tetap dialokasikan. Tapi, peruntukannya kedepan akan berbeda. Tak lagi, diberikan pada SMA sederajat, melainkan dialihkan untuk subsidi SD dan SMP.

“Anggaran yang Rp 20 miliar itu, akan kita gunakan untuk pembenahan SD-SMP. Termasuk, menambah subsidi bagi program makan telor dan minum susu,” ujar Dedi. (republika.co.id)