Pupuk Ajaib Mahasiswa ITS Bisa Hasilkan Kedelai 5 Kali Lipat

oleh -4 views
inderacp.blogspot.com
Arrief Ramdhani
inderacp.blogspot.com
Kampus ITS

KETIDAKMAMPUAN Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kedelai di Tanah Air merupakan masalah serius yang harus segera ditangani. Tidak tinggal diam, lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pun hadir dengan solusi baru.
Kelima mahasiswa Jurusan Biologi ITS itu adalah Arida Wahyu Barselia, Kholilah Nur Hidayah, Tri Wijayanti Irma Suryani, Aninditha Ghiffari, dan Qintan Istighfarin Atmaja. Mereka menciptakan formula pupuk dari mikroba yang mampu meningkatkan produktivitas kedelai hingga lima kali lipat.

“Tujuan utama kami adalah memperbaiki struktur tanah karena dampak bahan agrokimia untuk meningkatkan produktivitas kedelai,”ujar Arida, seperti dikutip dari ITS Online, Minggu (20/7/2014).

Kholilah menyebut, pupuk yang mereka ciptakan merupakan kombinasi dua mikroba, yaitu dari golongan bakteri dan kapang. Bakteri yang mereka gunakan adalah jenis Rizhobium, sedangkan kapangnya dari jenis Apergillus niger.

“Kombinasi ini kami namakan Bifonium. Dari kata Biofosfat (bakteri pelarut fosfat) dan Rizhobium,” ungkap Kholilah.

Arida menambahkan, Rizhobium merupakan bakteri yang berfungsi mengikat nitrogen dari udara agar dapat diserap oleh tumbuhan. Bakteri ini sangat dibutuhkan kacang-kacangan termasuk kedelai untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Selain nitrogen, kata Arida, kedelai juga membutuhkan unsur hara fosfor yang berfungsi dalam pembentukan biji dan buah dari kedelai.

“Aspergillus niger ini mampu memecah ikatan fosfor dan senyawa lain di tanah, seperti aluminium dan klor. Sehingga fosfornya dapat diserap dengan mudah oleh akar,” terang mahasiwa asal Kediri itu.

Penelitian yang mereka lakukan selama 4,5 bulan itu akhirnya membuahkan hasil. Pupuk yang mereka ciptakan mampu meningkatkan produktivitas kedelai hingga lima kali lipat.

Kesimpulan itu bukan tanpa pembuktian. Mereka telah melakukan percobaan dengan membandingkan pupuk tersebut terhadap pupuk Urea. Hasil penelitian menunjukkan kedelai yang menggunakan pupuk Bifonium memiliki produktivitas sangat tinggi sedangkan yang menggunakan Urea mati semua.

Sementara itu, indikator peningkatan produktivitas yang mereka uji adalah tinggi batang, jumlah daun dan jumlah biji.

“Bisa dikatakan produktivitas keseluruhan tanaman. Selain itu, buah kedelai yang ditumbuhkan dengan pupuk Bifonium mampu mencapai ukuran tiga kali lebih besar dibandingkan buah kedelai tanpa pupuk. Tapi tinggi batang kedelainya lebih rendah,” imbuh Arida.

Meski demikian, mereka berencana tidak berhenti sampai di sini saja. Setelah ini, mereka akan mengembangkan penelitainnya lebih lanjut di sektor pangan lain, seperti padi dan jagung. Tak hanya itu, mereka juga bercita-cita mendaftarkan paten dan mempublikasikan penelitiannya dalam International Biology Conference (IBOC) November mendatang.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.