Pungutan DAK untuk Perbaikan Sekolah Dikeluhkan

oleh -7 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PRAKTISI pendidikan di Kecamatan Juntinyuat mengeluhkan adanya pungutan Dana Alokasi Khusus yang sebenarnya untuk biaya pembenahan sekolah. Adanya pungutan tersebut dianggap membuat upaya pembenahan sekolah tidak bisa maksimal.

Kepala Sekolah SD Juntiweden II, Kecamatan Juntinyuat, Agus Riyanto mengeluhkan, pihaknya diminta sejumlah dana oleh pihak Kantor Cabang Dinas UPTD Pendidikan Kecamatan Juntinyuat sebesar 6% dari alokasi DAK yang diterimanya. Dia menyebutkan, mendapatkan DAK sebesar Rp 171 juta untuk perbaikan sekolah. Dengan demikian, besaran uang yang diminta sebesar Rp 10 juta.

Menurutnya, dia sempat menolak untuk memberikan pungutan tersebut, karena bila demikian, upaya pembenahan akan tidak maksimal. Namun demikian, akhirnya dia memberikan pungutan tersebut karena merasa terpaksa. “Saya memberikan pungutan tersebut sebanyak dua kali, dimana jumlah totalnya sebesar Rp 10 juta,” kata dia, Jumat (17/10/2014).

Dia menuturkan, pihak KCD UPTD Pendidikan Kecamatan Juntinyuat beralasan pungutan tersebut akan diteruskan ke Pemkab Indramayu melalui Dinas Pendidikan Indramayu. “Tidak hanya di Kecamatan Juntinyuat saja yang seperti ini. Namun juga di kecamatan lainya,” ujar dia menambahkan.

Kepala KCD UPTD Pendidikan Kecamatan Juntinyuat, Riyanto membenarkan dirinya telah menarik sejumlah uang dari sekolah yang menerima DAK. Namun dia berkilah, dirinya hanya mendapatkan perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk masalah sarana dan prasarana.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Odang Koesmayadi mengatakan, dirinya akan memanggil dulu pihak yang terkait. Dia mengatakan, pungutan dari DAK tidak ada aturannya, dan tidak diperbolehkan.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.