PTN Belum Setuju Integrasi UN

oleh -2 views
Universitas Indonesia
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KALANGAN perguruan tinggi negeri (PTN) masih belum setuju dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang menjadi syarat masuk di PTN. terlebih dengan makin amburadulnya UN tahun ini.
Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata mengatakan, Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) memang masih akan mengkaji pembobotan nilai UN untuk seleksi masuk terutama di Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Dia menjelaskan, secara psikologis ada perbedaan mendasar antara tes evaluasi belajar dengan tes seleksi masuk PTN. Untuk seleksi masuk PTN, ujarnya, diperlukan pengukuran yang lebih tepat mengenai kompetensi dan minat yang dimiliki oleh calon mahasiswa. Dan hal itu tidak ditemui di UN.

Dia menambahkan, meskipun sebelum ini secara tidak langsung UN sudah menjadi syarat masuk PTN. Namun majelis rektor beranggapan mulai tahun ini pemakaian nilai UN sebagai syarat masuk mesti diseleksi lebih ketat lagi.

“Ketika ujian masuk seleksi dinyatakan lulus, maka syaratnya harus lulus UN juga. Kasus sebelumnya, kalau tidak lulus UN, digugurkan juga. Jadi UN ini memang sebagai syarat,” katanya usai audiensi dengan majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Gedung MK, kemarin.

Sunaryo menambahkan, jika semua pihak menginginkan UN berjalan dengan objektif, jujur dan valid maka memerlukan kualitas soal yang bermutu. Selain itu juga diperlukan penguatan, pengawasan dan edukasi kepada semua pihak agar ujian dapat memberikan kebaikan pada proses peningkatan mutu pendidikan.

Pemerintah sendiri harus mengevaluasi bahwa ujian ini tidak hanya berperan untuk mengukur keberhasilan. Namun ujian juga harus menjadi sebuah proses belajar yang mengutamakan kejujuran dan objektivitas.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturussi menjelaskan, Kamis (25/4/2013) pihaknya akan mengadakan rapat di Hotel Century untuk membahas masalah UN. Rapat akan membahas tentang keterkaitan UN dengan SNMPTN yang merupakan satu kesatuan untuk masuk PTN. Fokus utamanya adalah bagaimana proses penilaian siswa setelah UN agar dapat masuk PTN.

Rektor Universitas Hasanuddin ini menegaskan, sebetulnya yang menjadi bobot penilaian paling tinggi di SNMPTN adalah nilai sekolah yang terangkum selama semester satu hingga lima. Meski nilai UN juga menjadi syarat penentu kelulusan namun Majelis Rektor menganggap nilai sekolah menjadi syarat paling valid. Pasalnya, nilai sekolah merupakan kulminasi prestasi akademik siswa di sekolah.

“Ya kalau siswa itu lulus UN namun jika ada nilai sekolah yang dimanipulasi maka dia tidak akan lolos SNMPTN. Sekolah pun akan didiskualifikasi,” terangnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.