Presiden instruksikan lingkungan hidup masuk kurikulum

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk memasukkan pelajaran lingkungan hidup dalam kurikulum pendidikan dasar sembilan tahun.
“Mendikbud sudah saya instruksikan agar lingkungan hidup perubahan iklim pemanasan global jadi kurikulum dalam pendidikan kita agar mereka sejak dini diberikan kesadaran yang baik,” kata Presiden saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada 5 Juni di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dihadiri oleh para tokoh lingkungan hidup, penerima penghargaan lingkungan hidup Kalpataru, para pejabat daerah penerima adipura dan sejumlah menteri.

Di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Dalam negeri Amir Syamsudin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

Presiden mengatakan, kurikulum pelajaran lingkungan hidup untuk pendidikan dasar sembilan tahun sangat penting dalam menanamkan kesadaran. Hal ini mengingat pendidikan sembilan tahun akan menjadi dasar bagi perkembangan sikap anak.

“Artinya anak-anak usia seperti itu masih bisa dibangun nilai perilakunya sikapnya pandangan-pandangannya dan kebiasaan-kebiasaannya. Bapak ibu sebagai guru mendidik mengajari mangajak anak sekolah mencintai lingkungan menanam pohon memelihara semua maka insyaallah saat menjadi orang dewasa nanti menjadi pencinta lingkungan,” katanya.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Balthazar Kambuaya mengatakan, peringatan hari lingkungan hidup sedunia saat ini bertema `ubah perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan`.

“Tema ini bertujuan untuk menggugah kesadaran kita semua dan masyarakat luas atas pentingnya menyikapi pemanfaatan sumberdaya alam termasuk penggunaan BBM serta pemanfaatan bahan makanan secara bijak,” katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup pada 2012 menunjukan indeks perilaku peduli lingkungan (IPPL) sekitar 0,57 dari angka mutlak 1. Hal ini mengindikasikan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih rendah.(antaranews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.