Prancis Menyetujui Undang-Undang Imigrasi Baru

waktu baca 2 menit
Rabu, 3 Jan 2024 15:12 0 323 Neli Krismawati

SIAPBELAJAR.COM – Parlemen Prancis telah mengadopsi Undang-Undang imigrasi baru, yang mencakup peraturan yang lebih ketat bagi pelajar dan pekerja internasional yang ingin memasuki negara tersebut. Berdasarkan Undang-Undang baru, imigran hanya bisa menerima bantuan negara setelah tinggal di Prancis untuk jangka waktu yang lama, yaitu dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Undang-Undang tersebut muncul setelah kesepakatan dicapai antara partai Presiden Prancis, Emmanual Macron dan oposisi konservatif.

RUU ini memperkenalkan beberapa perubahan yang berdampak pada imigran yang ingin berkumpul kembali dengan keluarga mereka di negara tersebut, sehingga akan menjadi tantangan bagi pelajar internasional untuk membawa tanggungan mereka.

Biaya Visa Tambahan

Pada saat yang sama, akan ada biaya visa tambahan untuk pelajar internasional. Selain itu, mereka harus membayar deposit kembali/return deposit dan akan berada di bawah peraturan kuota.

Pembuatan Website

Sepanjang tahun 2023, sebanyak 42 universitas Perancis telah memberikan keringanan penuh biaya pendaftaran kepada mahasiswa internasional, sementara 16% lainnya menawarkan pengecualian sebagian. Sebaliknya, sebanyak 13% universitas menerapkan kenaikan biaya secara penuh.

Peningkatan Jumlah Pelajaar Maroko di Prancis

Undang-Undang baru ini diperkirakan akan mempengaruhi sebagian besar pelajar dari Maroko, negara dengan jumlah pelajar tertinggi di Perancis. Pelajar Afrika pun telah menyuarakan keprihatinannya mengenai Undang-Undang baru ini.

Pada Tahun Ajaran 2021/2022, jumlah pelajar Maroko meningkat sebesar 3% dalam satu tahun dan lebih dari 22 poin persentase dalam lima tahun, khususnya antara tahun 2026 dan 2021.

“Ada fantasi migrasi di antara pemerintah dan anggota parlemen yang mendukung langkah-langkah ini. Pelajar Afrika diduga melakukan kecurangan agar bisa menetap secara permanen di Prancis. Undang-undang tersebut, yang disahkan sehari setelah Hari Migran Internasional, menetapkan rezim yang diskriminatif dan jelas merupakan pelanggaran kesetaraan antara mahasiswa Eropa dan non-Uni Eropa,” ungkap Lina Hernandez, Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa Solidaires Étudiant-e-s.

Jumlah Pelajar Internasional di Prancis

Prancis menampung lebih dari 400.000 pelajar internasional pada Tahun Akademik 2021/2022, meningkat 8% dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan peningkatan paling signifikan dalam 15 tahun terakhir seperti yang ditunjukkan oleh data dari Campus France, dan hal ini dapat dikaitkan dengan meningkatnya jumlah mahasiswa Eropa.

Tujuh negara asal teratas dengan jumlah pelajar terbanyak di Prancis pada tahun 2021/2022 adalah Maroko dengan total 46.371 pelajar, disusul Aljazair dengan total 31.032 pelajar, Tiongkok 27.479 pelajar, Italia 19.185 pelajar, Senegal 15,264 pelajar, Tunisia 12,661 pelajar dan Spanyol 11.256 pelajar.

Sebaliknya, beberapa negara seperti China dan Vietnam memiliki lebih sedikit pelajar di Prancis pada Tahun Ajaran yang sama, mengalami penurunan sebesar 2% dan 4% dalam satu tahun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA