PPDB, Pelajar Luar Depok Hanya Dijatah 1% per SMA

oleh -3 views
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)

PEMERINTAH Kota Depok memperketat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tiap SMAN khusus bagi calon siswa yang berasal dari luar Depok. Tahun ini, setiap sekolah hanya diizinkan menerima satu persen atau tiga calon siswa di tiap SMAN.
Hal itu lantaran jumlah sekolah SMAN di Depok masih terbatas yakni hanya sembilan titik. Sehingga diprioritaskan untuk siswa lokal, diturunkan kuotanya dari tahun-tahun sebelumnya yakni lima persen.

Sri Latifa warga Citayam, Depok, tampak kebingungan saat mendaftarkan anaknya di SMAN 3 Depok. Sri pun kemudian memohon kepada panita Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 3 Depok.

“Anak saya sekolah di SMP di Jakarta. Nilainya 31 lebih. Terus anak saya mau coba ke SMAN 3, tapi ternyata kuotanya hanya tiga kursi. Kasihan anak saya tidak ada bapaknya,” katanya di lokasi, Senin (1/7/2013).

Sri menyatakan, dia tidak mengetahui jika ada pengurangan kuota untuk siswa dari luar Depok di setiap sekolah. Kemudian juga pilihan sekolahnya hanya satu.

“Saya tinggal di Citayam sudah lama. Kalau tahu harus pakai KK, KKnya saya urus dulu. Pilihan sekolahnya juga hanya satu. Kalau tidak diterima yah berarti di swasta. Saya enggak punya uang ke swasta, karena minimal punya uang Rp5 juta,” imbuhnya.

Ketua Panitia Lokal SMAN 3 Depok Muharam Darisman mengatakan, ketentuan kuota satu persen untuk siswa luar Depok sudah menjadi ketetapan Dinas Pendidikan Kota Depok. Ketetapan itu juga berdasarkan rapat bersama dengan seluruh kepala sekolah negeri.

“Pendaftaran siswa dari luar Depok dilakukan secara manual dan tidak ikut dalam jurnal. Karena itu pintar-pintarnya orangtua memilih sekolah. Kalau mau aman jangan pilih sekolah favorit karena pesaingnya banyak,” imbuhnya.

Dikatakan Muharam, pihaknya tidak akan memberitahu nilai siswa yang mendaftar, namun pihaknya mempersilahkan semua siswa untuk mendaftar. Persyaratannya adalah membawa UN asli dan foto copy UN yang dilegalisir, pas foto, KK asli dan foto copy dilegalisir. KK ini untuk membuktikan keaslian KK dan legalitas warga.

“Sekarang ini sudah canggih. Ada KK yang discan. Makanya dibutuhkan KK asli dan foto copy KK yang dilegalisir,” imbuhnya.

Muharam menjelaskan, seharusnya kuota siswa kelas satu itu sebanyak 324 kursi. Jumlah itu berdasarkan satu kelas ada 36 kursi dan rombongan belajarnya ada sembilan. Namun ada siswa kelas satu yang tidak naik sebanyak 24 siswa. Karena itu kuotanya berkurang. Kemudian juga siswa tak mampu yang diterima sebanyak 58 orang.

“Jumlah pendaftar hari pertama hingga pukul 12.00 WIB sebanyak 315 orang dan jumlah pendaftran dari luar Depok 17 orang,” katanya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.