PPDB di Cimahi Tanpa Sistem Rayon

oleh -5 views
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)

DINAS Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Cimahi tidak menggunakan sistem rayonisasi dalam perimaan peserta didik baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2014. Pihaknya hanya fokus menjalankan sistem secara online, sehingga masyarakat bisa langsung mencek dan mengontrol langsung prosas PPDB tersebut.
“Kami tidak memberlakukan sistem rayonisasi karena luas wilayah Kota Cimahi yang relatif kecil, yakni hanya 3 kecamatan. Tapi kami konsisten untuk melaksanakan PPDB secara online,” kata Eddy Junaedi, Kepala Disdikpora Kota Cimahi kepada wartawan, Selasa (24/6).

Dengan tak adanya pembatasan rayonisasi sekolah, lanjut Eddy, siswa di Cimahi dibebaskan melanjutkan sekolah dimana saja. Termasuk, jika berniat bersekolah di daerah lain seperti Kota Bandung dan sekitarnya.

“Aturan Kemendikbud menyatakan, kuota siswa luar daerah dibatasi 10 persen. Cimahi menerapkan hal itu, saya kira di Bandung dan daerah lain juga sama. Pemilihan sekolah tak dibatasi, asalkan memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Aturan kuota lintas wilayah tersebut, diakui Eddy, bertujuan untuk memberi kesempatan sebesar-besar kepada siswa yang lokasi domisilinya sama dengan lokasi sekolah. Namun siswa yang lokasinya satu wilayah dengan sekolah tersebut pun harus memenuhi persyarata lainnya seperti batasan nilai yang diterima sekolah tersebut.

“Maka siswa dari luar wilayah pun kalau dari sisi nilai ternyata memenuhi syarat, bisa dimungkinkan lulus. Bagi siswa Cimahi yang akan masuk sekolah di luar Cimahi, tentunya harus siap bersaing,” katanya.

Ditambahkan Eddy, PPDB Online di Cimahi sudah diterapkan sejak 2013. Sejak itu pula segala tindak kecurangan bagi pihak yang mengambil keuntungan pada saat pendaftaran berlangsung, sudah bisa dihilangkan.

“Pengelolaan PPDB Online dilakukan terpadu oleh Disdikpora Cimahi yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Kalau pendaftar peserta didik baru yang merasa kesulitan mendaftar secara online bisa langsung datang ke sekolah yang menjadi tujuannya,” kata Eddy.(jabar.tribunnwes.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.