Potret Kota Cimahi, Lensa Guru Seni Bercerita

oleh -4 views
Pameran Foto Guru Seni Cimahi( inilah.com)
Arrief Ramdhani
Pameran Foto Guru Seni Cimahi( inilah.com)
Pameran Foto Guru Seni Cimahi( inilah.com)

SELAIN menampilkan karya foto kegiatan ini sekaligus menjadi perekat silaturahmi antarguru seni budaya di Kota Cimahi.

Ratusan guru seni seni budaya tingkat SMA dan SMP sederajat se-Kota Cimahi memamerkan hasil karya mereka dalam sebuah foto, di Gedung Lantai 5 Baros Information Technologi Creative Center (BITC), Jalan HMS Mintareja, Kota Cimahi.

Pameran berlangsung sejak Senin (16/6) hingga Jumat (20/6) ini mengusung tema Potret Kota Cimahi. Sebanyak 57 foto hasil karya para guru seni budaya itu dipajang.

Berbagai macam foto dengan kondisi kota yang cukup beragam meramaikan warna kehidupan di Kota Cimahi. Tata letak yang apik dan pencahayaan yang harmonis membuat suasana pameran terasa hidup.

Dalam karya-karya foto ini para guru tak ingin melepas jati dirinya. Berbagai pesan moral yang sarat dengan nuansa edukatif terasa begitu kental. Pengunjung yang datang, seakan diajak mengasah kepekaan mereka terhadap masalah sosial, budaya, pendidikan, keceriaan, lingkungan, dan gambaran sisi humanisme masyarakat kota ini.

Misalnya saja karya Nina Irnawati yang berjudul Cimindi Night. Dengan menggubakan kamera SLR Canon D 5000, dia memotret dengan detail kesibukan malam hari dibawah flyover Cimindi, sebuah kawasan perbatasan antata Kota Bandung dan Cimahi.

Dalam foto ini, tampak suasana Cimindi malam hari yang tetap sibuk. Ada angkot ‘ngetem’ berjejer, ada truk yang terjebak macet, pedagang kaki lima, pedagang asongan, kios-kios yang berjejer, dan beberapa warga yang sedang menunggu angkot.

Berbeda dengan karya Sri Sulastri yang berjudul, Pagi di Rusunawa. Dengan kamera DSLR, dia memotret suasana pagi hari di Rusunawa Melong yang super sibuk di hari libur akhir pekan. Terlihat banyak para pedagang dan orang-orang yang berolahraga.

Adapun karya Lilis Pronggowati dengan judul Wanita Pembatik, menggambarkan ketekunan dua ibu yang sedang khusuk mewarnai kain. Dengan frame hitam putih, dia menggunakan kamera Nikon Cool pix dan mengambil lokasi pemotreran di Lembur Batik Cimahi.

Lembur Batik Cimahi di Jalan Pasantren memang menjadi tempat belajar para pembatik pemula. Mulai dari siswa SD hingga perguruan tinggi banyak yang sengaja datang ke sana untuk membatik.Bagi warga dari luar Kota Cimahi, tempat itu menjadi destinasi wisata.

Ketua Panitia Pameran Potret Kota Cimahi, Doddi Sularto menjelaskan, masih banyak lagi obyek yang ditangkap kamera para guru. Di antaranya ada yang menggambarkan berbagai sudut kota ini, aktivitas para pedagang, kondisi Alun-alun Cimahi, dan suasana sekolah.

“Kami pun membuka hasil karya ini bisa dijual jika memang ada yang berminat, kebetulan Asda Bidang Ekonomi Perdagangan Pemkot Cimahi sudah memesan dua foto hasil jepretan para guru,” kata Doddi saat ditemui INILAH, Rabu (18/6).

Guru seni SMAN 6 Kota Cimahi ini menjelaskan, pameran foto kali ini bertujuan meningkatkan profesionalisme guru, serta wadah bagi para guru mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Kota Cimahi.

“Foto-foto yang dipamerkan beragam dan memiliki nilai seperti foto yang memiliki arti kehidupan, pendidikan, sosial dan budaya. Sebenarnya, ada sekitar 900 karya yang masuk, lalu disaring dan akhirnya didapat 114 foto karya dari 30 guru. Tapi karena lokasi yang tidak memungkinkan, jadi kami hanya bisa memamerkan 57 foto saja,” paparnya.

Siswa kelas X SMK Teknologi Industri Pembangunan Cimahi, Muhammad Makki Arofah mengatakan, foto-foto yang dipamerkan para guru sangat memiliki arti dan bermakna.

“Fotonya tidak kalah hebat dengan foto hasil karya fotografer profesional. Banyak juga foto-foto yang dipamerkan memiliki arti dan makna sosial dan arti kehidupan. Kebetulan aku juga senang motret dan mengunjungi banyak pameran foto. Karya-karya foto dari para guru ini layak diperhitungkan,” ujarnya.

Foto-foto yang dipamerkan juga memiliki nilai estetika tinggi seperti memberikan pesan pendidikan, menggambarkan semangat dan optimisme, serta kesenangan dan kecerian.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.