Portofolio dan Banyak Variasi Penugasan, Siswa Kaget Hadapi Bentuk USBN Baru

Friday 07 February 2020 , 7:33 AM

Ilustrasi

SEJUMLAH  siswa merasa kaget dengan banyaknya tanggung jawab yang harus dilaksanakan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2020.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengubah bentuk pelaksanaan USBN mulai tahun ini menjadi lebih bervariasi, berupa portofolio, penugasan, tes tertulis dan kegiatan lainnya.

Di SMAN 9 Bandung, rata-rata setiap guru mata pelajaran memberikan tanggung jawab kepada siswa untuk mengerjakan portofolio, tugas, dan kegiatan lain berupa praktikum.

Dengan demikian, tanggung jawab siswa cukup banyak karena harus mengerjakan portofolio, tugas, tes tertulis, dan praktikum dari setiap mata pelajaran.

Salah seorang siswa kelas XII SMAN 9 Bandung Diyang Wulandari merasa kaget karena tanggung jawab yang harus dikerjakan untuk USBN sangat banyak.

Sebelum ada perubahan format USBN, Diyang mengira ujian praktikum hanya pada mata pelajaran kesenian dan olahraga.

Namun, ternyata hampir semua mata pelajaran mengadakan tes praktikum untuk USBN. Ditambah lagi, Diyang dan rekan-rekannya kelas XII harus mengerjakan tugas dari guru setiap mata pelajaran, juga dalam rangka USBN.

Misalnya mata pelajaran sejarah, Diyang diberi tugas membuat makalah yang isinya rangkuman materi pembelajaran.

Makalah tersebut kemudian dipresentasikan di depan kelas. Presentasi ini merupakan bentuk tes praktikum.

Guru mata pelajaran matematika juga memberikan tugas kepada siswa berupa latihan soal Ujian Nasional lima tahun lalu. Kemudian siswa diminta menjelaskan latihan soal UN yang telah dijawab di depan kelas.

Sementara pada mata pelajaran sosiologi, siswa diminta membuat video perjalanan ke Baduy yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pembuatan video tersebut merupakan tugas dalam rangka penilaian USBN.

Dikatakan Diyang, pemberitahuan untuk membuat tugas-tugas tersebut cukup mendadak.

Rata-rata guru memberi tahu adanya tugas untuk USBN pada akhir Januari 2020 setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan perubahan bentuk USBN.

Sementara waktu yang diberikan kepada siswa untuk mengerjakan tugas dan praktikum tersebut cukup sempit, yakni hingga akhir Februari 2020.

Dengan demikian, siswa harus bekejaran dengan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas untuk USBN.

Baca Juga: Harga Cabai Terdongkrak Naik Imbas Curah Hujan Tinggi, Tim Monitoring Langsung Turun

“Susah bagi waktunya, belum harus les untuk persiapan ujian nasional, belajar untuk SBMPTN. Setelah sekolah biasanya les sampai sore,” kata Diyang kepada “PR”, Kamis, 6 Februari 2020.

Siswa lain kelas XII SMAN 9 Bandung, Faras juga mengatakan hal serupa. Sudah ada beberapa guru yang memberi tugas untuk USBN. Guru bahasa Inggris menugaskan siswa secara berkelompok menganalisa berita.

Sementara guru mata pelajaran sejarah menugaskan membuat rangkuman materi pelajaran dalam bentuk prakarya di sebuah karton.

Guru mata pelajaran kesenian juga memberikan tugas membuat makalah. Selain itu, siswa juga melaksanakan praktikum kesenian.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.