Polisi Tilang 127 Siswa SMAN 1 Bandung

oleh -53 views
Ilustrasi.(pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
SISWA SMUN 1 Bandung sedang menunggu giliran pemrosesan tilangnya di pintu belakang SMUN tersebut di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung pada Kamis (25/9/2014).(pikiran-rakyat.com)
SISWA SMUN 1 Bandung sedang menunggu giliran pemrosesan tilangnya di pintu belakang SMUN tersebut di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung pada Kamis (25/9/2014).(pikiran-rakyat.com)

SATLANTAS Polrestabes Bandung, menjaring 127 siswa-siswi yang melakukan pelanggaran saat melakukan operasi patuh di SMUN 1 Bandung yang berada di Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bandung pada Kamis (25/9/2014) pagi dimulai sejak pukul 06.00.

Dari 127 pelanggaran yang dilakukan siswa-siswi ini kebanyakan pelanggarannya adalah tidak memiliki kelengkapan kendaraan, namun kelengkapan ini pun disebabkan juga karena diantara mereka banyak yang belum cukup umur untuk memiliki Surat Izin Mengemudi.

Hal ini dibenarkan oleh Kasatlantas Polrestabes Bandung, Asep Amar Permana saat diwawancarai di lokasi pada Kamis (25/9/2014), menurutnya kelengkapan surat-surat menjadi faktor mereka ditilang oleh Satlantas Polrestabes Bandung.

“Mereka in para siswa yang melakukan pelanggaran dikarenakan belum memiliki SIM serta dilengkapi STNK ,” katanya.

Lalu lanjut Amar , ke 127 pelanggaran yang terjaring di antaranya 99 siswa yang tidak memiliki SIM sehingga STNK disita, sebanyak 13 kendaraan disita karena kendaraan milik siswa tersebut menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spek pabrikan atau pakai knalpot bising dan 15 SIM milik siswa di tilang dikarenakan tidak melengkapi perlengkapan kendaraan miliknya, seperti tidak menggunakan spion , platnomor dan lainnya.

Amar juga mengatakan, dalam melakukan kegiatan ini, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan juga kepala sekolah akan melakukan razia kendaraan bermotor ke sekolah-sekolah.

Selama ini pun kata Amar, Kepolisian juga sering mendapat laporan dari masyarakat, banyak anak di bawah umur yang membawa kendaraan bermotor.”Kami akan rutin melakukan kegiatan seperti ini. Kami akan melakukan razia ke sekolah lain,” kata Asep.

Sementara salah seorang siswi yaitu Devi (16) merasa kaget saat diberhentikan anggota Satlantas Polrestabes Bandung di pintu belakang sekolahnya di Jalan Ciungwanara.

“Rumah saya jauh Pak, di Cihideung. Kalau pake kendaraan umum takut kesiangan,” ucapnya saat ditanyai oleh Amar, sembari mengendarai motor Vespa merahnya.

Namun setelah diberi penjelasan oleh Amar, Devi pun mengerti. “Saya mengerti kesalahan saya. Saya masih di bawah umur, belum punya SIM,” katanya.

Sementara itu pihak SMUN 1 Bandung menyambut baik apa yang dilakukan polisi. Pihak sekolah sebenarnya sudah mengingatkan kepada siswa-siswi yang belum punya SIM agar tak membawa motor ke sekolah.

“Setelah ini, kami akan memanggil orang tua siswa. Kami sudah mengingatkan tentang hal ini. Surat edaran juga sudah diberikan,” ucap Guru Bimbingan dan Konseling Ida Romdoniati.

Meski kegiatan ini mengganggu kegiatan KBM, namun kata Ida ini hanya berlaku bagi para pelanggar saja, “Kalau yang tidak melanggar yah langsung masuk dan langsung belajar,” ujarnya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.