PGRI: Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer

oleh -3 views
Guru saat berkumpul di Kongres Guru Nasional. (Foto: Abror Rizki/Setneg)
Arrief Ramdhani
Guru saat berkumpul di Kongres Guru Nasional. (Foto: Abror Rizki/Setneg)
Guru saat berkumpul di Kongres Guru Nasional. (Foto: Abror Rizki/Setneg)

TINGKAT kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Cianjur dinilai masih sangat minim. Karena itu, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cianjur berharap agar pemerintah peduli dengan tingkat kesejahteraan guru honorer.
Ketua DPD II PGRI Kabupaten Cianjur Mukarom mengatakan, untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, tentunya tergantung dari kualitas dan mutu para pendidiknya. Tidak hanya bagi kalangan guru berstatus PNS saja, tapi juga bagi guru-guru berstatus non PNS (honorer/sukwan).

“Dengan meningkatnya kesejahteraan guru honorer, maka tingkat pendidikan pun diyakini akan semakin berkualitas. Kami tentunya banyak berharap agar guru honorer harus lebih diperhatikan dalam hal kesejateraannya. Minimal, honor yang mereka terima bisa disesuaikan dengan UMK (upah minimum kabupaten). Hal itu untuk meningkatkan kinerja guru lebih profesioanl, sehingga pendidikan pun semakin berkualitas,” tutur Mukarom, Senin (25/11/2013).

Mukarom menyebutkan, jumlah guru berstatus PNS maupun honorer/sukwan di Kabupaten Cianjur sekitar 35 ribu orang. Namun Mukarom belum bisa menyebutkan secara persentase jumlah guru berstatus PNS maupun honorer/sukwan.

“Mereka tersebar di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Cianjur. Kami berharap momentum Hari Guru bisa menjadi tonggak adanya keberpihakan pemerintah bagi guru-guru honorer. Jika belum ada yang diangkat jadi PNS, kami berharap agar segera diakomodasi,” ucapnya.

Bertepatan Hari Guru di tingkat Kabupaten Cianjur, menurut Mukarom, pelaksanaannya dimeriahkan di masing-masing kecamatan. Malahan tak sedikit yang menggelar berbagai macam perlombaan seni, olahraga, maupun jalan santai.

“HUT Guru tahun ini memang lebih semarak. Mudah-mudahan semaraknya peringatan HUT Guru diikuti juga dengan meningkatkan kesejahteraan guru honorer atau sukwan,” terangnya.

Taufik Mulyana (32), salah seorang guru sukwan di Kecamatan Cidaun mengaku, tingkat kesejahteraan guru sukwan atau honorer memang masih terbilang minim. Dia merasakan sendiri bagaimana harus membanting tulang untuk menutupi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Karena jika hanya mengandalkan dari honor mengajarnya di sekolah dasar, tidak akan pernah cukup.

“Saya belum tahu apakah nanti ada kebijakan pengangkatan jadi PNS atau tidak. Makanya saya banyak menggarap pekerjaan lain di luar tugas sebagai guru honorer saat ini,” kata Taufik.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, dari sekitar 5.357 orang yang menjadi peserta testing tenaga honorer kategori 2, hampir 90 persen didominasi honorer tenaga pendidik. Jumlahnya mencapai 4.016 orang.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.