Pesantren Harus Jadi Motor Pembangunan Bangsa

oleh -5 views

MENTERI Agama Fachrul Razi mendorong pemberdayaan bisnis dan ekonomi pesantren. Hal ini diperlukan agar menjadikan pesantren sebagai motor pembangunan bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag saat menyampaikan keynote speech pada Musyawarah Kerja Nasional Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Mukernas Hebitren) ke-1, yang digelar secara daring. “Pesantren dan santri harus bangkit sebagai salah satu motor pembangunan bangsa dalam spirit keislaman dan keindonesiaan,” kata Menag, Selasa (27/10).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pemberdayaan ekonomi pesantren, menurut Menah tidak untuk menggeser jati diri pesantren sebagai lembaga pendidikan dan tafaqquh fiddin yang telah mengakar di tanah air. “Pemberdayaan ekonomi pesantren justru memberikan energi dan kekuatan kepada pesantren agar lebih Mandiri dan menebar manfaat bagi lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Menag mengapresiasi Mukernas Hebitren Ke-1 ini. “Bersyukur dan berbahagia pada hari ini berkesempatan secara virtual menyertai Mukernas Himpunan Ekonomi dan Bisnis pesantren,” ujar Menag.

“Momen ini menjadi lebih bermakna karena seminggu yang lalu kita baru saja memperingati hari santri Nasional tanggal 22 Oktober 2020,” sambungnya.

Menag berharap, melalui Mukernas yang dilaksanakan dapat menghasilkan sinergi guna meningkatkan pemberdayaan pesantren yang saat ini berjumlah sekitar 28 ribu lembaga dengan 18 jutaan santri.

Menag juga menuturkan dewasa ini ekonomi pesantren atau ekonomi kerakyatan berbasis pesantren sedang tumbuh bersemi sebagai mata rantai kebangkitan ekonomi umat. Menag juga mengamati banyak program sinergi dan kerjasama lintas Kementerian/Lembaga pemberdayaan ekonomi yang menyasar ke pesantren.

Hebitren salah satunya, karena keberadaan organisasi yang dibentuk pada 11 November 2019 juga di support oleh Bank Indonesia. “Selaku pimpinan Kementerian Agama saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi, khususnya pada kesempatan ini kepada Bank Indonesia,” kata Menag. (kemenag)