Pertemuan Wali Murid ala Pembelajaran Aktif

oleh -23 views
Wali murid SMPN 4 Lumajang tampak berdiskusi ikut memetakan kebutuhan siswa di setiap kelas dalam rapat komite bersama sekolah.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Wali murid SMPN 4 Lumajang tampak berdiskusi ikut memetakan kebutuhan siswa di setiap kelas dalam rapat komite bersama sekolah.(prioritaspendidikan.org)
Wali murid SMPN 4 Lumajang tampak berdiskusi ikut memetakan kebutuhan siswa di setiap kelas dalam rapat komite bersama sekolah.(prioritaspendidikan.org)

SMPN 4 Lumajang punya cara unik untuk menyosialisasikan penerapan program sekolah kepada wali murid. Caranya, mengajak mereka merasakan pembelajaran aktif yang dipandu oleh Kepala SMPN 4 Lumajang Dra. Ghoniyyul Khusnah, M.Si.

Menurut Ibu Ghoniyyul, kegiatan ini bertujuan menanamkan empati wali murid kepada warga sekolah, dalam hal ini siswa dan guru. Para wali murid tersebut diharapkan berperan aktif dalam memajukan kualitas pendidikan di sekolah itu.

Sebanyak 574 wali murid dari kelas VII hingga IX secara bertahap diundang ke sekolah untuk mengikuti sosialisasi. “Setiap hari rata-rata sekitar 30-60 wali murid dari 2 kelas secara bergantian kami undang dalam sosialisasi ini,” terangnya. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap awal semester. Sekolah melakukan sosialiasi program-program yang akan dijalankan selama 1 semester, termasuk sosialisasi kebijakan dan tata tertib yang akan dilaksanakan oleh warga sekolah. Bedanya, kali ini seluruh wali murid berkesempatan merasakan model kegiatan diskusi aktif seperti pelatihan pembelajaran aktif.

Layaknya sedang mengikuti kegiatan pelatihan, mereka diminta duduk berkelompok 5-6 orang dalam satu meja. Di atas meja tersedia alat tulis lengkap seperti yang biasa digunakan dalam pelatihan. Di antaranya, kertas plano, spidol, gunting, kertas warna, lem, dan gunting. Tentu saja kondisi yang  tidak biasa ini membuat para wali murid kebingungan. “Kami mau diapakan?” tanya salah seorang wali murid.

Bu Ghoniyyul yang juga merupakan guru bahasa Indonesia di sekolah itu kemudian memaparkan hal-hal yang akan disampaikan pada hari itu. Di awal pertemuan, persis seperti pelatihan Bu Ghoniyyul menyampaikan kesepakatan kontrak belajar kepada wali murid. Misalnya, larangan merokok, harus mengikuti kegiatan hingga selesai, larangan membunyikan telepon seluler (ponsel), dan sebagainya. Wali murid kemudian paham bahwa hari itu mereka berperan layaknya siswa di dalam kelas.

Selanjutnya Bu Ghoniyyul membagikan Buku Tata Tertib Siswa kepada setiap wali murid. Setiap kelompok diminta berdiskusi untuk menelaah isi buku tersebut, sudah sesuai atau perlu penambahan atau revisi. Suasana ruangan pun jadi lebih hidup. Karena biasanya dalam pertemuan dengan walimurid, mereka hanya mendengarkan. Hari itu mereka berperan aktif mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam kelompok.

Hasil diskusi kelompok lantas dipresentasikan di depan ruangan oleh ketua kelompok. Sementara kelompok lain menanggapi atau mengajukan pertanyaan. Hasilnya kemudian disepakati bersama oleh seluruh kelompok. Kesepakatan ini merupakan penguatan dan komitmen wali murid yang dibuat dan ditetapkan bersama dan harus dipatuhi oleh seluruh warga sekolah. Dalam pertemuan itu, juga dibentuk paguyuban kelas.

Model sosialisasi tersebut terinspirasi oleh USAID PRIORITAS. Bu Ghoniyyul menyampaikan, seperti itulah model pembelajaran aktif di kelas. Wali murid pun lebih paham bahwa pembelajaran aktif membuat anak-anak belajar dengan lebih bermakna. Dari pertemuan tersebut, muncul ide-ide kreatif wali murid. Padahal, sebelumnya mereka lebih bersikap pasif dan hanya mengikuti arahan kepala sekolah. “Dengan model pertemuan seperti ini, wali murid merasa memiliki sekolah. Mereka juga tidak malu lagi mengeluarkan ide-idenya demi kemajuan sekolah,” ungkap Bu Ghoniyyul. Pembentukan paguyuban kelas juga menjadi lebih berarti untuk siswa. Sebab, paguyuban kelas sangat mendukung kebutuhan siswa di kelas yang tidak bisa dipenuhi sekolah. Saat ada kesulitan, wali kelas tidak sungkan lagi berbagi masalah dan berdiskusi dengan paguyuban kelas demi kelancaran proses belajar mengajar.(prioritaspendidikan.org)

86 thoughts on “Pertemuan Wali Murid ala Pembelajaran Aktif

  1. Ping-balik: escort sheffield
  2. Ping-balik: cbd for anxiety
  3. Ping-balik: sahabatqq daftar
  4. Ping-balik: avwljczd
  5. Ping-balik: buy cialis online
  6. Ping-balik: kocioł parowy
  7. Ping-balik: augmentin 625
  8. Ping-balik: lasix 20 mg daily
  9. Ping-balik: zithromax pack
  10. Ping-balik: clomid sperm count
  11. Ping-balik: diflucan dose yeast
  12. Ping-balik: synthroid 125
  13. Ping-balik: neurontin recall
  14. Ping-balik: paxil medscape
  15. Ping-balik: her explanation
  16. Ping-balik: elavil side effects
  17. Ping-balik: carvedilol uses
  18. Ping-balik: tadalafil price uk
  19. Ping-balik: keto meal plan
  20. Ping-balik: half life of cialis
  21. Ping-balik: sildenafil citrate
  22. Ping-balik: dapoxetine uk cost
  23. Ping-balik: tadalafil 5mg
  24. Ping-balik: badoo gay dating
  25. Ping-balik: sertraline weight
  26. Ping-balik: lyrica schedule
  27. Ping-balik: lexapro hot flashes
  28. Ping-balik: lipitor alcohol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.