Perpaduan Gerak Dan Musik Yang Mengagumkan

oleh -2 views
kemdiknas.go.id
Arrief Ramdhani
kemdiknas.go.id
kemdiknas.go.id

FESTIVAL dan Lomba Seni Siswa Nasional 2013 adalah ajang kreativitas dan harmonisasi arahan para pendamping untuk menampilkan ekspresi yang sangat memukau para penonton yang menyaksikan penampilan murid-murid SMP dari 33 propinsi secara langsung. Cabang seni tari bukan merupakan cabang lomba melainkan cabang untuk festival. Materi yang di tampilkan adalah kreasi baru hasil garapan para pendamping sebagai tari tradisi daerah yang berakar  pada gerak-gerik tari tradisi daerah masing-masing.

Di hari pertama perlombaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2013 di Medan, Sumut, Selasa (18/6), semua jenis lomba memasuki babak penyisihan. Para peserta dan pendamping tampak antusias dan semangat meraih hasil terbaik secara sportif. Perlombaan untuk seni dan musik tradisional dilangsungkan di Hotel Danau Toba, Medan. Dengan durasi penyajiannya 5-7 menit, siswa-siswa yang akan tampil masing-masing mengenakan kostum sesuai kesenian daerahnya membuat tempat lomba sangat menarik dan semarak.

Seperti penampilan yang dilakukan SMP N 4 Bukit Tinggi, Sumatera Barat dengan garapan komposisi musik yang berjudul “Hee Tah”, Kesenian ini bukanlah berupa ceritra yang bertutur, namun karya musik berbentuk penggabungan beberapa pola ritme dan melody yang ada pada kesenian tradisional di ranah minang. Tradisi Heep Tah merupakan ungkapan yang mengandung arti untuk bergerak dan bangkit. Heep Tah merupakan aba-aba perintah atau komando pada salah satu kesenian yang ada di Minangkabau. Dengan menampilkan kesenian tradisional seperti ini mengingatkan para generasi muda yang mempunyai potensi di bidang seni harus bangkit agar kesenian anak nagari tidak menjadi asing di negeri sendiri.

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho pada saat pembukaan Festival Dan Seni Siswa Nasional 2013 Senin Malam (17/06/13) juga mengatakan bahwa festival lomba seni pelajar tingkat nasional sudah sangat mengalami kemajuan dari tahun ke tahun, terbukti dengan banyaknya peserta yang berlomba di kota Medan ini katanya. Jadilah para pelajar menjadi pahlawan kesenian untuk melestarikan seni tadisi ini agar tidak menjadi punah.(kemdiknas.go.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.