Perlu Upaya Khusus dan Fokus Atasi “Learning Loss”

oleh -6 views
Ilustrasi

Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, mengatakan, perlu upaya khusus dan fokus dalam mengatasi learning loss atau kehilangan pembelajaran yang signifikan dan siswa mengalami putus sekolah sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Dalam jangka pendek, upaya bisa dilakukan dengan berfokus pada kebutuhan pembelajaran inti siswa yang memprioritaskan tiga hal. Pertama, kemampuan literasi dan numerasi, dan mengetahui apa yang siswa bisa dan tidak bisa lakukan. Kedua, semua guru memiliki akses ke modul kurikulum khusus, baik itu versi digital ataupun versi cetak. Ketiga, lebih banyak sumber daya tersedia untuk guru melakukan asesmen diagnosis berbasis kelas yang dapat membantu guru mengidentifikasi pencapaian dan kebutuhan pembelajaran di bidang pembelajaran inti pada platform pembelajaran Kemendikbudristek, seperti Guru Belajar dan Berbagi serta Asesmenpedia.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Dijelaskan, kehilangan pembelajaran dapat diartikan hilangnya kompetensi yang telah dipelajari sebelumnya, atau tidak tuntasnya pembelajaran di jenjang kelas, serta adanya efek majemuk dari tidak mengusasai pembelajaran di setiap jenjang kelas yang signifikan, dan siswa mengalami putus sekolah.

Sedangkan, menurut definisi UNESCO tentang  hal tersebut adalah hilangnya partisipasi siswa (participation loss), termasuk putus sekolah dan tidak terlibat di sekolah; tidak merasa dilibatkan dan atau tidak berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, tidak terdaftar, atau jumlah kehadiran rendah. Efek kerugian tersebut mungkin akan terus berlangsung bahkan setelah pandemi.

Sri menyebutkan, upaya-upaya dari daerah yang beragam dapat menjadi inspirasi yang terbukti efektif dalam pemulihan pembelajaran. Pendidikan sesuai dengan kebutuhannya, dan sesuai karakteristik daerah harus diangkat, agar pembelajaran itu sesuai dengan daerahnya.

“Dukungan pemerintah daerah yang sudah mengeluarkan regulasi yang membantu guru dan sekolah untuk mengadakan pembelajaran di masa pandemi juga penting. Peran berbagai pihak harus dioptimalkan untuk mendampingi layanan pendidikan agar kualitas pendidikan dapat berjalan dengan baik. Dengan kolaborasi kita akan memberikan energi baru dan siap melakukan kreativitas dan inovasi membantu mengejar ketertinggalan kita,” tuturnya.