Perlu Komitmen Bersama Wujudkan Vokasi yang Selaras dengan Kebutuhan Industri

oleh -7 views

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sukses menghelat Gebyar Menara Vokasi Tahun 2021. Ajang tersebut digelar serentak di lima wilayah, yaitu Medan, Sumatera Utara; Pekanbaru, Riau; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur; dan Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan puncak dari pembentukan akselerator daerah yang diinisiasi oleh satuan pendidikan vokasi bersama para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), asosiasi dan organisasi kemasyarakatan, serta media massa.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto, memberikan apresiasi atas upaya dari setiap wilayah yang telah berhasil membentuk akselerator daerah yang berbasis kemitraan lima unsur kekuatan dalam pengembangan potensi (pentahelix). Kendati demikian, Dirjen Wikan menegaskan bahwa dalam kemitraan yang tepenting bukanlah gebyar acaranya, tetapi komitmen bersama mewujudkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta relevan dengan pembangunan, baik di daerah maupun di skala nasional.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

“Vokasi tidak mungkin berjalan sendiri. Ketautsesuaian (link and match), untuk bisa link mungkin tidak sulit, tapi untuk match ini masih menjadi tantangan. Kita harus tinggalkan cara tradisional, jangan kita mendidik dengan keyakinan sendiri yang ternyata sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri yang kebaruannya begitu cepat,” tutur Dirjen Wikan yang hadir secara langsung di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara pada kegiatan Gebyar Menara Vokasi di Kolaka, Selasa (7/12/2021).

Fokus pembentukan akselerator daerah sendiri mengacu pada program destinasi super prioritas dan pembangunan ekonomi di kawasan 3T. Seperti di wilayah Toba, Sumatera Utara, dan Labuan Bajo, NTT, yang membutuhkan SDM terampil untuk pengembangan kawasan wisata. Peluang ini tentunya dapat diisi oleh para lulusan vokasi yang merupakan putra-putri daerah setempat.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Wikan juga mengungkapkan bahwa dukungan serta komitmen dari pemerintah daerah sangatlah penting, terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Ia mencontohkan kemitraan yang dibangun oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dengan beberapa industri, seperti PT Vale, PT Antam, dan PT Ceria, yang bekerja sama dalam pembuatan program studi di kampus cabang PNUP di Kolaka. Menurut Wikan, hal ini merupakan bentuk nyata dari “memasak bersama” antara pendidikan vokasi dengan industri.

“Dari pembuatan program studi (prodi) kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Kita harus punya mindset bahwa yang dibutuhkan oleh industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan, bukan sekadar lulus mendapat ijazah. Sementara kita masih memiliki tantangan terkait penguatan keterampilan nonteknis (soft skills). Kalau kita terus mengejar penguasaan keterampilan teknis (hard skills), dalam beberapa tahun ke depan pasti akan tertinggal,” jelas Dirjen Wikan.

Pada Program Menara Vokasi, terdapat lima perguruan tinggi vokasi yang ditunjuk untuk menjadi pengampu program yang berperan sebagai penggerak di setiap wilayah, yaitu Politeknik Negeri Medan (Medan), Politeknik Negeri Bengkalis (Riau), Politeknik Negeri Banjarmasin (Banjarmasin), Politeknik eL Bajo Commodus (Labuan Bajo), dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (Kolaka). Sebelum penyelenggaraan Gebyar Menara Vokasi, setiap politeknik tersebut telah mengadakan berbagai pertemuan dalam bentuk diskusi terpumpun (focus group discussion atau FGD) bersama berbagai mitra, baik dari DUDI, asosiasi, dan pemerintah daerah untuk menyusun peta jalan kemitraan yang berkelanjutan.

“Politeknik berperan menggerakkan dan harus melibatkan unsur satuan pendidikan lainnya seperti SMK serta lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Dari pertemuan dan forum diskusi kemudian terbentuklah berbagai kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman atau MoU dan MoA,” imbuh Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Saryadi dalam laporan penyelenggaraan Menara Vokasi.