Perlombaan Kegiatan Islami Bisa Bentuk Mental Anak

oleh -20 views
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)

DIREKTUR Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama, Nurkholis Setiawan kembali menekankan bahwa pendidikan agama sejak usia dini sangatlah penting. Dia juga sangat mengapresiasi diadakannya lomba mengaji, hafalan doa, hafalan surat pendek, lomba adzan, seni islam, tarian islam yang digelar untuk Raudathul Atfhal (RA) atau setingkat TK se-Jabodetabek.

“Lomba-lomba seperti, yakni mengaji, hafalan doa, hafalan surat pendek, lomba adzan, seni islam bisa berguna untuk melatih mental anak-anak. Jika anak-anak hanya dididik dalam teori saja dan mentalnya tidak kuat, maka anak tersebut gampang goyah,” ujarnya Nurkholis di Hotel Royal Safari Garden, Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (30/9).

Selain itu, menurut Nurkholis, tujuan diadakannya perlombaan kegiata Islami itu adalah untuk membudayakan kreativitas sekaligus menumbuh kembangkan prestasi anak-anak usia dini. Lomba ini, lanjut Nurcholis, juga bisa membantu untuk membentuk mental anak-anak akan kuat. Dengan mental yang kuat, mereka pasti siap untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

“Ketika anak-anak di sekolah RA mendapatkan pendidikan religi, kreativitas, peraturan dan tata cara yang diajarkan, tentu akan mudah bagi mereka untuk memasuki ke jenjang sekolah dasar dan seterusnya,” katanya.

Sementara, Kasubid Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama, Sastra Juanda menjelaskan, lomba ini dibagi menjadi 8 kategori, seperti lomba mengaji, hafalan doa, hafalan surat pendek, lomba adzan, seni islam, tarian dan lainnya.

“Acara ini sudah dilakukan dua kali, namun kali ini peserta yang ikut lebih banyak. Antusias siswa nya pun terlihat sangat bagus,” katanya.(jpnn.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.