Perkuliahan Persamaan Diferensial II dengan Model Pembelajaran Kooperatif

oleh -12 views
Ilustrasi (tips.fispol.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (tips.fispol.com)
Ilustrasi (tips.fispol.com)

PERTEMUAN tatap muka kali ini membahas aplikasi penyelesaian deret untuk persamaan diferensial linier orde-dua. Mengawali proses perkuliahan, saya menjelaskan cara belajar membaca senyap dan materi pembelajaran tentang selesaian deret.

Mahasiswa mulai membaca senyap tentang persamaan Airy, persamaan Chebyshev, persamaan Hermite, dan persamaan Legendre. Selesai membaca senyap, mahasiswa menulis dan berbagi refleksi tentang pengalaman membaca senyap.

banner 728x90

Kemudian mahasiswa dibagimenjadi 11 kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4–6 orang.Kelompok 1, 5, dan 9 mendiskusikan tentangaplikasiselesaianderetdalammenyelesaikanpersamaan Hermite. (Persamaan diferensialdengan p suatu konstanta, disebut persamaan Hermite ). Kelompok 2, 6, dan 11 mendiskusikan persamaan Airy.(Persamaan diferensialdisebut persamaan Airy. Penyelesaian persamaan Airy di sekitar titik biasa x0 = 0, disebut fungsi Airy).

Kelompok  3 dan 7 mendiskusikan persamaan Chebyshev.(Persamaan diferensial

denganp suatu konstanta, disebut persamaan Chebyshev. Penyelesaian berbentuk polinom ini disebut polinom Chebyshev).

Kelompok 4 dan 8 mendiskusikan persamaan Legendre. (Persamaan diferensial

denganp suatu konstanta, disebut persamaan Legendre. Penyelesaian dari persamaaninidisebutpolinom Legendre).

Sementara mahasiswa berdiskusi dalam kelompok masing-masing, dosen berkeliling untuk memberikan penjelasan pada kelompok yang memerlukan penjelasan(Padakelompok 2 dan 6 mengingatkankembalitentangsifatlinearitas).

Mahasiswa kemudian melakukandiskusi (kunjungan)antarkelompok. Kelompok dengan bahasan materi yang sama saling mengunjungi untuk berbagipendapat hasil diskusipada masing-masingkelompoknya (Misalnyakelompok 2 berkunjungkekelompok 6 untukmemaparkancaramenyelesaikanpesamaan Airy. Kelompok 7 berkunjungkekelompok 3 untukmemaparkancaramenyelesaiaknpersamaan Chebyshev. Dan begituseterusnyauntukkelompok-kelompoklainnya).Saat kembali ke kelompok masing-masing, mereka menggunakan feedback hasil kunjungan untuk menyempurnakan hasil kerja kelompok.

Setiap kelompok menunjuk salah seorang anggotanya untuk melakukan karya-kunjung ke kelompok lain. Kelompok 1 berkunjung ke kelompok 2 dan kelompok 2 berkunjung ke kelompok 3 dan seterusnya. Selesai karya kunjung, setiap kelompok menyempurnakan kembali hasil diskusinya. Anggota yang menjadi utusan menjadi tumpuan kelompok untuk kaji-ulang hasil kelompok.

Saya kemudian melakukan refleksi pembelajaran denganbertanyasecaraacakkepadamahasiswabagaimanacaramenyelesaikanpersamaan: Airy, Hermite, Chebyshev, dan Legendre. Kemudian memberikan tugas pengembangan untuk pertemuan berikutnya. Tugasnya, setiap kelompok membuat dua rangkuman caramenyelesaikanpersamaan-persamaantersebut.Materi hasil diskusinya, yaitu materi yang dibahas dalam kelompoknya dan materi karya yang berkunjung pada kelompoknya.Misalnya,kelompok 1 membuat rangkungman  cara    menyelesaikan persamaan Hermitedan persamaan Airy, karenakelompok 1 menerimakaryakunjungdarikelompok 11(persamaan Airy).(USAID Prioritas)

Asep Syarif Hidayat, Dosen Universitas Pendidikan Indonesia