Perkuat Literasi Siswa untuk Menjadi SDM Handal

oleh -4 views
Ilustrasi.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Perkuat Literasi Siswa untuk Menjadi SDM Handal.(prioritaspendidikan.org)
Perkuat Literasi Siswa untuk Menjadi SDM Handal.(prioritaspendidikan.org)

PADA pelatihan modul III untuk SD dan MI, USAID PRIORITAS akan memberikan buku-buku bacaan berjenjang untuk siswa kelas awal ke sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi siswa di sekolah mitra. Buku bacaan tersebut dikembangkan  oleh Yayasan Literasi Anak Indonesia. Buku dibuat berjenjang berdasarkan tingkat kemampuan membaca anak, yaitu mulai tingkat A (anak mulai belajar membaca) sampai tingkat F (anak sudah lancar membaca). “Buku-buku ini akan diberikan ke sekolah dan madrasah, agar anak-anak menjadi lebih mudah belajar membaca dengan menggunakan buku yang sesuai kemampuan membacanya. Siswa juga menjadi lebih tertarik untuk banyak membaca buku dan sekaligus belajar meningkatkan kemampuan membacanya,” kata Stuart Weston

Sebelumnya, USAID PRIORITAS juga telah memfasilitasi review buku oleh tim yang berasal dari berbagai unsur pendidikan seperti guru, kepala sekolah, dan pengawas  dari tujuh daerah mitra USAID PRIORITAS agar buku bacaan relevan untuk digunakan anak-anak di seluruh Indonesia. Juga ikut dalam telaah buku bacaan ini adalah dosen dari LPTK dan perwakilan dari Kemdikbud (Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan/P4TK Bahasa) dan Kemenag.

banner 728x90

Prof Dr Patta Bundu, peserta dari Universitas Negeri Makassar menyebut pelatihan modul III ini sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak dini. Karena, siswa dibiasakan menuliskan laporan kegiatan percobaan, observasi, atau mencari informasi secara terstruktur sesuai dengan kata-katanya sendiri.  ”Selama ini banyak mahasiswa di perguruan tinggi yang masih kesulitan menuangkan ide-idenya dalam tulisan karena tidak terbiasa menulis dengan kata-katanya sendiri. Kalau sejak sekolah dasar siswa dibiasakan menulis secara terstruktur maka mereka akan terbiasa mengekspresikan ide-idenya dalam tulisan,” katanya.

Mengenai penggunaan buku berjenjang dalam pembelajaran, Mawarni guru SDN 2 Lhoksukon, Aceh Utara, menyebut buku tersebut membuatnya menjadi lebih jelas dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa dan menarik minat baca mereka. ”Implementasi strategi membaca terbimbing, membaca bersama, membaca mandiri, dan menilai kemampuan membaca siswa dengan menggunakan buku bacaan berjenjang ini sangat membantu saya sebagai guru dalam mendampingi anak yang memiliki kemampuan membaca berbeda,” tukasnya.(prioritaspendidikan.org)