Peringatan Hari Santri di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -69 views
Restian, Mahasiswi Fakultas Dakwah (KPI) Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya. Dan pegiat Literasi Taman Baca NA (TABANA).

Karya, Siapbelajar.com – 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional, setelah menimbang Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22 Tahun 2015, tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Pada tahun ini, hari santri diperingati dengan mengusung tema “Santri Sehat, Indonesia Kuat” sebagai upaya menumbuhkan semangat para pencari ilmu di tengah wabah pandemi Covid-19.

Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali indonesia, saat ini tengah dilanda pandemic Corona Virus Disease.

Meskipun demikian, tidak menjadi penghalang untuk tetap bisa melaksanakan ceremonial Peringatan Hari Santri Nasional meskipun hanya dilaksanakan secara virtual (menggunakan jaringan media sosial) seperti yang dialakukan oleh Aisnusantara dengan mengadakan khataman akbar nusantara, bahkan seluruh pesantren yang tidak melaksanakan tatap muka, mereka merayakan secara online  melalui aplikasi Zoom Meating, Google Meet dan aplikasi lainnya.

Seluruh pelaksanaan Hari Santri Nasional 2020 disesuaikan dengan kemampaun masing-masing, mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan, kehidmatan dengan tepat berpedoman pada protokol kesehatan dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid-19.

Meskipun demikian kondisi ini tidak mesti menurunkan semangat untuk mencari ilmu,  sekalipun dengan bebagai peraturan yang ketat, seperti harus mematuhi protokol kesehatan, dengan memakai masker, menggunakan handsanitizer bahkan harus jaga jarak.

Upaya tersebut merupakan perwujudan jihad bagi mereka para pencari ilmu, yang berjuang di tengah maraknya wabah pandemi Covid-19.

Hal demikian merupakan bentuk resolusi jihad para santri dengan terus menimba ilmu dari kiyai, ulama bahkan guru, ini menunjukan bahwa kaum santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan agama dan bangsa ini.

Perayaan hari santri ini tidak boleh hanya dimaknai sebagai lahiriyah saja, yakni para santri beramai-ramai untuk melakukan berbagai jenis perayaan saja dan melupakan substansi kesantriannya begitu saja, melainkan peringatan Hari Santri Nasional ini harus menjadi resolusi jihad bagi seluruh santri untuk membangun dan menguatkan agama, bangsa dan negara.

Semangat kesantrian ini tidak boleh hanya hadir ketika moment hari santri saja, melainkan semangat resolusi jihad harus dipupuk dan dikobarkan dalam diri masing-masing.

Perayaan hari santri, harus menjadi tombak semangat bagi para santri dalam menyeru dan menyuarakan kebaikan.

Santri harus berperan dalam merubah peradaban yang makin hari makin banyak tantangan. Seperti yang dikatakan pujangga Mesir

“sesungguhnya pada tantangan pemudalah urusan ummat dan pada laki-laki merekalah kehidupan umat”.

Itu artinya peran santri dalam pengabdian untuk umat dan bangsa dengan karya dan berbagai kontribusi aktif di dalamnya.

Merdekanya negara kesatuan republik indonesia tidak lepas dari  perannya santri. Santri ikut berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan sesuai yang diceritakan dalam sejarahnya.

Santri sebagai agent of change pembawa perubahan peradaban yang berakhlakul karimah dan harus mampu membawa peubahan yang lebih baik dan tetap eksistensi menjadi garda terdepan dalam menjaga pilar Bangsa Indonesia dengan ilmu agama yang kuat.

Santri diharapkan mampu berkontribusi bagi ibu pertiwi dengan mencegah degredasi akhlak dan mampu mengembangkan pendidikan baik intelektual maupun spiritual.

Santri sebagai representasi bagi masyarakat yang harus senantiasa dinamis mengikuti perkembangan dan perubahan zaman, tidak terkecuali dimasa pandemi Covid-19 ini.

Perayaan hari santri ini menjadi perwujudan dan bentuk kebahagiaan santri diseluruh indonesia.

Semoga santri menjadi central sosok pemimpin kelak yang akan membawa indonesia menjadi negara yang berdaulat baldatun toyyibatun warobbun ghofuur.

Santri Sehat Indonesai Kuat”,

Semoga bukan hanya slogan melainkan menjadi doa untuk santri, dan seluruh lapisan masyarakat  indonesia.

Selamat Hari Santri Nasional ……!!!!!

Penulis. Restian, Mahasiswi Fakultas Dakwah ( KPI ) Institut Agama Islam Cipasung Tasikmalaya. Dan pegiat Literasi Taman Baca NA (TABANA).