Perekrutan CPNS Perguruan Tinggi Harus Lewat Kementerian

oleh -6 views
Kementerian PANRB menggelar simulasi CAT untuk tes CPNS di UPI, Bandung. (Foto: dok. Kementerian PANRB)
Arrief Ramdhani
Kementerian PANRB menggelar simulasi CAT untuk tes CPNS di UPI, Bandung. (Foto: dok. Kementerian PANRB)
Kementerian PANRB menggelar simulasi CAT untuk tes CPNS di UPI, Bandung. (Foto: dok. Kementerian PANRB)

MESKI berstatus negeri, sebuah perguruan tinggi tidak bisa mengajukan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS), atau yang sekarang disebut aparatur sipil negara (ASN). Pengajuan formasi ASN suatu universitas, menurut Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Usman Gumanti, hanya bisa dilakukan oleh kementerian yang menaungi perguruan tinggi tersebut.

“Pengajuan formasi ASN tidak bisa diajukan oleh sembarang lembaga termasuk universitas,” tegas Usman.

banner 728x90

Dia mencontohkan, Universitas Pertahanan RI yang membutuhkan pegawai baru, formasinya harus diajukan Kementerian Pertahanan.

Mengenai rekrutmen dosen bagi instansi pemerintah, Usman menyatakan, bisa dilakukan melalui sejumlah mekanisme seperti lewat rekrutmen CPNS, mutasi dosen PNS dari instansi lain, dan melalui pengangkatan PNS dalam jabatan dosen.

“Namun sebelum melakukan proses rekrutmen, instansi yang bersangkutan harus melakukan analisa jabatan dan beban kerja atas kondisi pegawainya, termasuk kebutuhan dosen,” terangnya.

Usman menambahkan, hasil analisa inilah yang menjadi dasar pengajuan formasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dengan tembusan Kepala BKN.

Dengan merujuk pernyataan dari sekretaris utama badan kepegawaian negara, Usman Gumanti maka apabila masyarakat pada tahun 2015 ini ingin mendaftar menjadi pegawai negeri sipil atau yang sekarang disebut ASN (Aparatur Sipil Negara ) di lingkungan perguruan tinggi negeri atau PTN hendaknya tidak keliru dengan mendaftarkan dirinya melalui instansi perguruan tinggi negeri tersebut melainkan melalui kementerian yang menaungi instansi PTN tersebut.

Dengan demikian kesalahan pada waktu mengikuti rekrutmen seleksi CPNS di lingkungan perguruan tinggi negeri tahun 2015 ini kelak dapat diminimalisir. (pikiran-rakyat.com)