Penurunan nilai UN SMP di semua mata pelajaran

oleh -2 views
Ilustrasi (kemdikbud.go.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (kemdikbud.go.id)
Ilustrasi (kemdikbud.go.id)

PENURUNAN nilai mata pelajaran pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengalami penurunan di semua mata pelajaran.
“Terjadi penurunan nilai pada semua mata pelajaran, yang paling sedikit yakni Bahasa Indonesia yakbi 0,31 poin dan yang paling besar adalah Matematika yakni 6,04 poin,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan di Jakarta, Jumat.

Sementara untuk mata pelajaran Bahasa Inggris mengalami penurunan 2,84 poin dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 3,61 poin.

Jumlah siswa yang mengikuti UN SMP sebanyak 4,3 juta di 60.067 sekolah.

Dari hasil UN tersebut, sebanyak 41,92 persen siswa memperoleh nilai rerata dibawah 55 atau belum mencapai nilai standar yang ditetapkan. Hanya ada 4,04 persen siswa yang mendapat nilai diatas 4,04 persen.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyebutkan penurunan nilai rerata UN tersebut tidak disebabkan banyakny sekolah yang pindah ke UN berbasis komputer tetapi karena kisi-kisi yang tidak rinci.

“Jadi siswa belajar berdasarkan kurikulum bukan kisi-kisi bimbingan belajar,” katanya.

Nilai rerata nasional UN 2016 adalah sebesar 58,57 untuk SMP, 59,06 untuk MTs, dan untuk 48,36 5MP Terbuka.

Anies menjelaskan sebanyak 72 persen sekolah mengalami peningkatan IIUN, dibandingkan dengan IIUN tahun 2015.

Sehingga, terdapat kenaikan jumlah sekolah yang mendapat nilai rerata IIUN di atas 80, yaitu sebesar 23.634 sekolah atau setara 44,03 persen. Tercatat, pada tahun 2015, terdapat sebanyak 12.039 sekolah yang memiliki nilai IIUN di atas 80 atau sebesar 23,44 persen.

Mendikbud memuji daerah yang menunjukkan peningkatan integrltas dalam penyelenggaraan UN.

Urutan daerah dengan kenaikan IIUN tertinggi adalah Sulawesi Barat, Sumatera Selatan di peringkat kedua, diikuti Sulawesi Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sumatera Utara.

Sedangkan, daerah dengan nilai IIUN tertinggi tahun ini adalah DI Yogyakarta, diikuti oleh DKl Jakarta, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

Dengan meningkatnya nilai IIUN, lanjut Menteri Anies, tingkat kejuiuran naik, maka nilai yang keluar akan lebih akurat mendekati kemampuan siswa yang sebenarnya.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemdikbud, Nizam, mengatakan pihaknya terus mendorong agar soal-soal UN khususnya matematika ber nalar tinggi.

“Kalau dulu hanya mengerjakan soal biasa, sekarang kami kenalkan soal berdaya nalar tinggi,” kata Nizam. ( antaranews.com)