Pentingnya Revitalisasi Pendidikan Vokasi

oleh -10 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

KUALITAS tenaga kerja Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri harus mampu bersaing dengan tenaga kerja asing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sertifikasi tenaga kerja menjadi salah satu produk yang penting untuk diberlakukan di setiap lulusan perguruan tinggi.

Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F Abdurrahman menjelaskan, saat ini sekolah kejuruan seperti vokasi dan SMK justru lebih terampil dan siap menyambut era global. Bahkan Presiden Joko Widodo sudah menerbitkan instruksi presiden (Inpres) tentang revitalisasi vokasi, SMK dan akademik komunitas.

“Inpres itu dibagi dua, ada SMK dan politeknik. Ini diimplementasikan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah. Misalnya Kemristekdikti atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat sertifikasi tenaga kerja konstruksi menggandeng Politeknik sekaligus memberikan kepercayaan pada dunia pendidikan,” kata Sumarna dalam Uji Coba Sertifikasi dan Penyerahan Sertifikat Assesor Kompetensi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Kamis (21/7/2016).

Sertifikasi tenaga kerja dilakukan untuk memastikan kualitas dan kredibilitas agar mampu bersaing di ASEAN. Sumarna menjelaskan hal ini sebagai koordinasi tiga pilar antara BNSP, pemerintah, dan dunia pendidikan.

“Inpres tersebut diimplementasikan salah satunya dengan sertifikasi ini. Dengan sertifikasi, fungsinya dua yakni berikan akses nantinya peluang bagi tenaga kerja kita. Selain itu sertifikasi dapat mewujudkan penyetaraan kompetensi sebagai parameter,” jelas Sumarna.

Ia mencontohkan, negara Eropa yang memberi banyak ruang kesempatan pada pendidikan vokasi. “Format inpres harus terintegrasi sumbernya standar kompetensi. Karena selama ini banyak yang diajarkan tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Jerman dan Australia misalnya konsentrasi di vokasi,” katanya.(news.okezone.com)