Pentingnya PAUD Berbasis Neurosains

oleh -7 views
Ilustrasi.(paudni.kemdikbud.go.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi.(paudni.kemdikbud.go.id)
Ilustrasi.(paudni.kemdikbud.go.id)

DALAM upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Indonesia, para akademisi, praktisi dan pamong belajar baru-baru ini menggelar workshop dalam rangka mendiskusikan pijakan Implementasi Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2013 berbasis neurosains.

Perkembangan pengetahuan tentang neurosains terutama tentang fungsi eksekutif dari otak sangat penting karena terdiri dari kendali untuk menahan, kerja memori dan juga kelenturan kognitif. Berkembangnya fungsi eksekutif ini membuat seseorang akan selalu berfikir sebelum mengerjakan sesuatu, tahan terhadap godaan, dan tetap fokus.

banner 728x90

Pendidik PAUD memiliki peran penting dalam mengemban amanah ini. Karena otak adalah modal utama. Segala kemampuan anak baik itu kognitif, emosional, sosial, visi, bahasa dan lainnya bermuara di otak.
Pendidik PAUD memiliki peluang paling menentukan dalam mengubah otak anak. Karena itulah, sudah saatnya guru PAUD dibekali pengetahuan tentang neurosains sebagai basis pendidikan dan pengembangan anak usia dini.
”Ini adalah tugas kita bersama, membantu anak didik agar dapat berkembang optimal hingga kelak mereka tidak menjadi beban pembangunan melainkan asset utama pendukung pembangunan,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas), Harris Iskandar, saat membuka Workshop Pengembangan Program PAUD di aula PP-PAUDNI Regional I, Lembang, Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Harris menegaskan kepada para peserta workshop yang terdiri perwakilan Pamong Belajar Pokja PAUD UPT Ditjen PAUDNI, Akademisi (APG PAUD), dan Organisasi profesi (IGTKI dan Himpaudi) agar serius mendalami ilmu baru tersebut untuk melakukan pembahasan yang lebih tajam sehingga dapat merumuskan konsep untuk penerapan kurikulum 2013 PAUD berbasis neurosains. Apalagi seminar tersebut diberikan langsung oleh ahlinya, Prof. Adele Diamond dari Kanada.

Dalam arahannya, Harris juga menyinggung tentang PAUDISASI, dimana penyelenggaraan program PAUD ditunjang oleh dana desa sebesar 5 %, dan ketentuan tersebut ini sudah ada peraturan menteri.

”Pemerintah pusat tahun depan akan menyediakan dana BOP bagi 158.000 institusi melalui kabupaten sebesar Rp. 1,4 trilyun dari dana APBN. Dana tersebut dituntut harus disalurkan ke lembaga yang tertib administrasi,” jelas Harris. (paudni.kemdikbud.go.id)