Pengembangan Karakter Siswa

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BERSAMA kelompoknya di Tim Bandung Masagi, Dante Rigmalia tak pernah lelah untuk menggelorakan dan menyosialisasikan model pendidikan karakter Bandung Masagi.
Dante mengungkapkan, empat komponen pada Pendidikan Bandung Masagi yaitu religi, budaya Sunda, cinta lingkungan dan bela negara merupakan kunci bagaimana kemudian ke depan siswa diharapkan bisa berkembang karakternya.

Dante menambahkan, Tim Bandung Masagi merasa perlu berinisiatif mensosialisasikan model pendidikan karakter Bandung Masagi, untuk diterapkan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Bandung.

Merujuk pada Permendikbud No 18 Tahun 2016, pelaksanaan PLS kini mutlak menjadi hak guru. Sehingga implementasi Bandung Masagi diharapkan bisa digulirkan pada musim pengenalan sekolah tahun ini.

“Melalui empat komponen ini kita mengharapkan ada pengembangan terhadap karakter siswa, menjadi lebih disiplin, empati dan simpati, peka, peduli, juga bertanggung jawab,” ujar Dante disela-sela acara.

Menurutnya, target yang juga ingin dicapai adalah bagaimana di setiap sekolah tak lagi ditemui bentuk pelanggaran yang dilakukan siswa. Misalnya saja intimidasi senior kepada junior juga pelecehan, baik dalam bentuk verbal maupun non verbal. “Inti yang ingin kami sampaikan, diharapakan tidak ada lagi tindakan kekerasan dan tindakan yang sifatnya pelecehan, sehingga itu yang kami tekankan,” ucapnya.

Menurut Dante, program utama Pendidikan karakter Bandung Masagi memang ada empat titik tumpu yang menjadi tujuan. Namun dalam implementasinya hal ini akan terangkai kepada banyak hal.

Religius misalnya tentu menjadi pilar awal karena inilah yang akan menjadi pondasi. Begitupun dengan nilai budaya kesundaan yaitu jaga budaya. Dalam nilai lokal kesundaan sendiri punya nilai luhur yaitu silih asih, asah, asuh, dan wawangi.

“Ini menjadi pondasi nilai. Silih asih harus punya kasih sayang. Kasih sayang tentu dalam religius dan hubungan kemanusiaan alam dan Sang Pencipta. Ternyata nilai kesundaan itu sudah mencakup empat dimensi,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui langkah awal dengan hadirnya sekitar 743 peserta dalam sosialisasi Bandung Masagi, maka ke depan dunia pendidikan di Kota Bandung diharapkan bisa melahirkan generasi-generasi terdidik yang berkarakter.( inilahkoran.com)