Pengamat Pendidikan Minta Kendala UN Diteliti Secara Imiah

oleh -3 views
Ilustrasi (solopos.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (solopos.com)
Ilustrasi (solopos.com)

PELAKSANAAN Ujian Nasional 2013 berlangsung kacau. Pengamat pendidikan, Arif Rahman Hakim mengatakan perlu diadakannya penelitian ilmiah untuk menyelidiki kendala dalam pelaksanaan ujian nasional selama ini.
“Saya menganjurkan pemerintah mengadakan penelitian ilmiah secara menyeluruh dan tuntas, dari hulu ke hilir, untuk mencari tahu kendala sesungguhnya dari pelaksanaan UN. Apakah yang bermasalah memang pada percetakannya, pengucuran uangnya, atau keinginan politisnya,” kata Arif di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, penelitian untuk menyelidiki kendala UN tersebut sangat penting dilakukan karena UN adalah salah satu penentu dari kualitas pendidikan nasional.

banner 728x90

Arif menilai bahwa masih banyak tahap pelaksanaan UN yang belum akuntabel sehingga sering terjadi pelanggaran, mulai dari kebocoran soal dan kunci jawaban ujian, kecurangan dalam ujian yang dilakukan oleh guru atau murid yang tidak bertanggung jawab, keterlambatan naskah soal yang mengakibatkan penundaan jadwal UN, hingga buruknya kualitas kertas jawaban UN.

“Tetapi secara sentralistis bahwa sampai ada beberapa provinsi yang tertunda melaksanakan UN itu sesuatu yang mengejutkan. Bagaimana persiapannya? Dimana letak kekurangannya?,” tuturnya.

Arif mengatakan ada beberapa hal dalam proses penyelenggaraan UN yang perlu diteliti, antara lain perizinan dari DPR, saat pencairan dana UN, ketepatan waktu pencetakan, serta kinerja SDM di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dia menambahkan, dari pihak Kemendikbud, setidaknya ada dua badan yang harus diteliti, yaitu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang).

“Apakah BSNP dan Balitbang di Kemendikbud ini bekerja sama dengan baik untuk melakukan tugas atau malah jalan sendiri-sendiri? Ini harus diteliti. Selain itu, penggunaan anggaran untuk penyelanggaraan UN selama ini perlu diaudit dan dibuka secara transparan untuk selanjutnya ditindaklanjuti,” katanya.

Meski demikian, dia tetap menilai bahwa pelaksanaan Ujian Nasional 2013 tetap sah dan hasil UN itu tetap valid. ( www.republika.co.id)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.