Pendidikan Memajukan Bangsa

oleh -4 views
Ilustrasi: kegiatan pelatihan keterampilan elektronik di Rumah Belajar Samsung. (Foto: dok. YCAB)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi: kegiatan pelatihan keterampilan elektronik di Rumah Belajar Samsung. (Foto: dok. YCAB)
Ilustrasi: kegiatan pelatihan keterampilan elektronik di Rumah Belajar Samsung. (Foto: dok. YCAB)

KUNCI kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Hal itu dibuktikan oleh Korea hingga mampu menjadi salah satu negara yang diperhitungkan dunia.

Menurut Vice President Corp. Business and Corp. Affair Samsung Elektronik Indonesia (SEIN) Kang Hyun Lee, pendidikan merupakan cara utama untuk mencapai negara maju. Dia pun menyebut Korea sebagai contoh nyata pentingnya kontribusi pendidikan bagi negara maju.

“Korea awalnya dari negara miskin, tapi sekarang bisa maju karena pendidikan. Lewat Rumah Belajar Samsung (RBS) ini kami ingin menjadikan mereka yang mempunyai kemampuan keterampilan bisa bersaing di dunia kerja,” ungkap Lee di Tanjung Morawa, Medan, Selasa (28/10/2014).

RBS adalah program pendidikan dari PT Samsung Electronics Indonesia yang bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pelayanan Sosial Anak Remaja (PSAR). Kali ini SEIN membuka rumah belajar terbaru di Tanjung Morawa, Medan.

Menurut Lee, program pendidikan dalam bentuk rumah belajar tidak hanya berlangsung di Indonesia. Di sejumlah negara ASEAN, seperti Singapura dan Filipina, Samsung juga mendirikan program serupa.

Sekretaris Jenderal YCAB Muhammad Farhan menambahkan, rekrutmen siswa RBS Medan diserahkan kepada PSAR Tanjung Morawa. Sedangkan rekrutmen karyawan selepas pelatihan selama enam bulan akan diserahkan kepada pihak Samsung.

“Semoga titik kecil ini bisa menjadi bola salju karena masih ada tujuh juta pengangguran di Indonesia,” ungkap Farhan.

Sementara itu, Kepala PSAR Tanjung Morawa Amir Sidabutar menyatakan, RBS Medan terbuka untuk seluruh pemuda putus sekolah usia 17-25 tahun dan berasal dari keluarga kurang mampu. Perekrutan tersebut, lanjutnya, dilakukan di 33 kabupaten yang ada di Sumatera Utara.

“Dalam merekrut anak didik, tidak jarang kami menemui kendala. Seperti, cara berpikir orangtua yang lebih menginginkan anak mereka segera bekerja atau membantu mereka sebagai nelayan dan petani. Kita harus dapat membantu mereka untuk berpikir secara jangka panjang agar anak-anak mereka memiliki pilihan yang lebih baik untuk masa depan,” tutur Amir.(kampus.okezone.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.