Pendidikan kasih sayang penting diterapkan di keluarga

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, pendidikan kasih sayang teramat penting diterapkan di keluarga.
“Banyak keluarga melupakan pendidikan kasih sayang di dalam rumah,” kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, bila di keluarga mulai diterapkan karakter kasih sayang kepada anak baik anak perempuan maupun anak laki, maka tindak kekerasan dapat dicegah sedini mungkin.

“Dengan pendidikan kasih sayang yang intensif maka tindakan kekerasan bisa dicegah,” katanya.

Menurut dia pembinaan dari keluarga yang baik jadi penangkal tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jika kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak saat ini makin tinggi angkanya dikarenakan kesadaran perempuan mulai terbuka untuk berani mengadukan kasusnya.

Namun di sisi lain, jika kasus ini sudah sampai ke kepolisian berarti ada kelemahan dalam keluarga walau kasusnya sampai diproses hingga di kepolisian.

Linda mengatakan, sejak kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak mulai digulirkan banyak respon yang menyambut kampanye ini. Untuk menghindari kekerasan terhadap perempuan ada sejumlah langkah strategis yang dilakukan diantaranya menyusun rencana aksi nasional tentang penghapusan perdagangan manusia tahun 2009-2014.

Selain itu memperkuat kelembagaan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang serta mendorong pelaksanaan sistem pelayanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Selain itu, mendorong terbentuknya lembaga layanan korban kekerasan baik yang berbasis pemerintah, rumah sakit, masyarakat maupun swasta.

Pada saat ini, tambah dia, telah ada gugus tugas “trafficking” di 27 provinsi dan 89 kabupaten dan kota. “Kita juga telah membentuk 123 lembaga layanan korban kekerasan berbasis rumah sakit dan lain sebagainya,” katanya.

Linda mengharapkan, di masa mendatang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisir atau dihilangkan sama sekali. “Semua itu merupakan salah satu program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” katanya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.