Pendidikan Agama yang Toleran Bendung Radikalisme

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

DIREKTUR Riset Maarif Institute Ahmad Fuad Fanani menyatakan pendidikan agama yang toleran merupakan salah satu upaya dalam membendung gerakan radikalisme dan terorisme.
“Nilai toleransi sudah dicontohkan dalam akhlak Nabi Muhammad SAW. Pendidikan agama yang toleran yakni meneladani pelajaran dan akhlak beliau mampu membangun kebersamaan dan menghargai perbedaan. Ini bagian dalam membendung radikalisme dan terorisme,” kata Fuad, Rabu (24/9).

Selain itu, kata Fuad, hal yang utama masyarakat muslim harus mampu mewujudkan Islam  yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari-hari. “Generasi muda harus terus menerus diingatkan menyerap banyak informasi untuk perbandingan mana yang benar dan salah,” kata Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah ini.

Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Banten Zaenal Abidin Sujai menyatakan, makna toleransi sejatinya mengakui dan memahami perbedaan, tanpa harus menggangu dan menciderai orang lain.

“Banyaknya agama di negara kita sebuah realitas, konteks perbedaan itu tidak hanya horizontal, tapi ada juga perbedaan vertikal seperti perbedaan ekonomi dan lain-lain,” kata Zaenal.(republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.