Pencetakan Naskah UN SMP Wilayah Indonesia Tengah Dialihkan

oleh -1 views
Ilustrasi (antara.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (antara.com)
Ilustrasi (antara.com)

PENCETAKAN naskah Ujian Nasional (UN) SMP/sederajat untuk wilayah Indonesia Tengah dialihkan ke tiga percetakan lain. Ke tiga percetakan tersebut merupakan pemenang tender untuk mencetak naskah soal di zona wilayah barat dan timur. “11 provinsi yang mestinya dikerjakan oleh Ghalia, percetakannya ditarik dan dibagi ke tiga percetakan lain,” kata Mendikbud saat konferensi pers di kantor Kemdikbud, Rabu Sore (17/04).

Dan untuk Ghalia sendiri, tambahnya, akan mencetak satu provinsi saja, yaitu Bali. Bali dipilih karena alasan geografis yang mudah dijangkau dan area distribusi yang tidak terlalu sulit. Adapun ketiga percetakan yang diberi tugas tambahan ini adalah PT. Pura (Kudus) untuk menangani naskah provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Gorontalo; PT Temprina (Surabaya) untuk provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan; dan yang terakhir adalah PT Jaswindo (Sidoarjo) untuk provinsi  NTT dan NTB.

Mendikbud mengatakan, pengalihan ini dilakukan karena melihat situasi dan kondisi dari percetakan Ghalia yang telah melakukan wan prestasi dan menyebabkan penundaan ujian nasional SMA di wilayah Indonesia Tengah. Jika pencetakan untuk UN SMP tetap dikerjakan oleh Ghalia, kata Menteri Nuh, maka besar kemungkinan UN SMP wilayah tersebut juga akan tertunda. “Setelah berkonsultasi dengan Irjen, dan melihat dokumen peraturan, akhirnya kita putuskan untuk dialihkan pencetakannya,” tutur Mendikbud.

Sebelum UN SMA dilaksanakan, PT Ghalia Indonesia Printing menyatakan siap untuk mencetak dan mendistribusikan soal UN ke zona 3 yaitu wilayah Indonesia tengah. Namun empat hari sebelum pelaksanaan, PT Ghalia belum selesai dalam proses pengepakan soal dan distribusi. Melihat kondisi tersebut, Kemdikbud merekrut 400 mahasiswa IPB untuk membantu proses pengepakan. Dan untuk mobilisasi naskah ke lokasi, dalam koordinasi Presiden, Kemdikbud dibantu oleh TNI dan Polri. “Kalau tidak kita intervensi dengan menambah 400 orang, 1 minggu lagi tidak akan selesai. Itulah ikhtiar maksimum yang bisa kita lakukan,” ujar Menteri Nuh.

Ketiga percetakan yang dipilih tersebut sebelum diberi tugas tambahan untuk mencetak naskah UN SMP wilayah tengah, diketahui telah melakukan pencetakan naskah soal di zona wilayah lain dalam waktu satu minggu saja. Karena kemampuan tersebut akhirnya mereka diberi tugas tambahan. Dengan adanya penambahan tugas ini, Mendikbud menegaskan, Kemdikbud tidak mengeluarkan biaya tambahan. Semua biaya yang diperlukan adalah tanggung jawab pemenang tender, yaitu PT Ghalia Indonesia Printing.(kemdiknas.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.